11 August 2020, 20:29 WIB

Kecelakaan Lalu Lintas Tunjukkan Tren Kenaikan


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

MARKAS Besar Polri membeberkan data statistik kecelakaan lalu lintas di tahun 2020, khususnya di pekan ke-31 dan ke-32. Hasilnya, jika dibandingkan dengan pekan ke-31, terjadi kenaikan 260 kejadian atau 26,7 persen.

“Berdasarkan data laka lantas yang dihimpun Korlantas Polri yang pertama jumlah angka laka lantas periode Minggu ke-32 tahun 2020 jumlah kecelakaan 1.234 kejadian,” ujar Brigjen Awi Setiyono, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Senin (11/8).

Adapun rinciannya, sebanyak 210 meninggal dunia, kemudian luka berat sebanyak 181 orang, luka ringan sebanyak 1.464 orang, sehingga menyebabkan kerugian materil sebesar Rp2,2 miliar.

Kemudian, Awi menyebut jumlah angka laka lantas periode ke-31 tahun 2020, terjadi kecelakaan sebanyak 974 kejadian, korban meninggal dunia 189 orang, luka berat 142 orang, luka ringan 1.070 orang, sehingga menyebabkan kerugian materil Rp1.6miliar.

Adapun rincian polda yang memiliki angka kecelakaan lalu lintas tertinggi pada periode ke-32 tahun 2020, yakni Polda Jawa Tengah jumlah angka laka lantas sebanyak 396 kejadian, meninggal dunia sebanyak 35 orang, luka berat sebanyak 12 orang, luka ringan sebanyak 481 orang, kerugian materil sebesar Rp3.2 juta.

Baca juga : Polda Metro: Ada Poin Penting yang Disampaikan Anji

Yang kedua, Polda Jawa Timur, jumlah angka laka lantas sebanyak 271 kejadian, meninggal dunia 48 orang, luka berat 28 orang, luka ringan 342 orang, kerugian materil Rp322.400 juta.

Sementara Polda Jawa Barat, jumlah angka laka lantas sebanyak 115 kejadian, meninggal dunia 20 orang, luka berat 47 orang, luka ringan 116 orang, kerugian materil Rp2.800.750 juta.

Sedangkan Polda Metro Jaya jumlah angka laka lantas sebanyak 56 kejadian, meninggal dunia 6 orang, luka berat 11 orang, luka ringan 49 orang, kerugian materil Rp167.600 ribu

Terakhir, Polda Sumatera Utara, jumlah angka laka lantas sebanyak 50 kejadian, meninggal dunia 15 orang, luka berat 27 orang, luka ringan 64 orang, kerugian materil sebesar Rp1.071.800 juta. (OL-7)

BERITA TERKAIT