11 August 2020, 19:07 WIB

Singapura Kembali Tangguhkan Wajib Militer Joseph Schooling


Deden Muhamad Rojani | Olahraga

JUARA renang Olimpiade, Joseph Schooling, mendapat penangguhan wajib militer di Singapura. Sehingga, dia berpeluang untuk mengikuti pertandingan dalam Olimpiade Tokyo tahun depan.

Diketahui, Singapura mewajibkan semua warga negara laki-laki dan penduduk tetap berusia 18 tahun untuk menjalani dinas selama dua tahun di militer, polisi dan layanan darurat.

Schooling diizinkan menunda wajib militer pada 2014 untuk berlatih di Olimpiade Rio de Janeiro pada 2016. Saat itu, dia terkenal mengalahkan idolanya, Michael Phelps, untuk kompetisi 100 meter gaya kupu-kupu. Schooling meraih medali emas Olimpiade pertama untuk Singapura.

Pemain berusia 25 tahun diberi penangguhan berlatih untuk Olimpiade Tokyo 2020. Akan tetapi, pesta olahraga akbar ditunda tahun depan akibat pandemi covid-19.

Baca juga: Zvetlana Kuznetsova Mundur dari US Open

Kementerian Pertahanan Singapura menyebut perpanjangan penangguhan wajib militer untuk Schooling dan perenang Singapura lainnya, Quah Zheng Wen, agar mereka dapat berlatih dan berkompetisi di Olimpiade Tokyo.

"Penundaan dapat diberikan kepada olahragawan luar biasa yang dinilai berpotensi meraih medali bagi Singapura. Terutama pada kompetisi internasional papan atas, seperti Olimpiade," bunyi pernyataan kementerian.

Schooling dan Quah telah memenuhi kriteria dan berkomitmen untuk fokus dalam persiapan kompetisi. Adapun Schooling menghadapi perjuanga berat untuk mengulangi kesuksesan padad 2016. Dia sempat dikritik karena tampil buruk pada SEA Games di Filipina tahun lalu.(AFP/OL-11)


BERITA TERKAIT