11 August 2020, 14:14 WIB

Ekonomi Indonesia Lebih Baik Dibanding Negara Lain


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, kondisi perekonomian Indonesia lebih baik dibanding negara lain dan sedang bergerak ke arah pemulihan.

Hal Itu dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat minus 5,32% pada triwulan II dan beberapa indikator ekonomi yang membaik pada Juni 2020.

“Ekonomi Indonesia mengalami kontraksi minus 5,32%. Namun ini kita lihat kontraksi ini juga dialami oleh berbagai negara lain dan relatif Indonesia masih jauh lebih baik dari negara-negara lain yang jatuhnya lebih dalam termasuk seperti Inggris yang minus 1,7% -19,9%, kemudian Hon Kong Singapura jatuh lebih dalam minus 12,6%, Turki, Brasil bahkan India minus 18%,” ujar Airlangga dalam webinar virtual, Selasa (11/8).

Ia menambahkan, triwulan III 2020 merupakan momentum penting sekaligus menantang untuk memulihkan ekonomi nasional. Oleh karenanya pada semester II 2020 ini optimalisasi belanja pemerintah menjadi kunci utamanya. Tujuannya ialah agar pertumbuhan ekonomi Indonesia secara menyeluruh pada 2020 berada dalam zona positif.

Menyoal indikasi pemulihan yang terjadi pada Juni 2020, Airlangga bilang, itu terlihat dari data Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia yang membaik dan naik ke level 46,9. Angka itu lebih baik ketimbang posisi di bulan-bulan sebelumnya yang sempat berada di level 27.

Pararel dengan perbaikan PMI manufaktur, indeks keyakinan konsumen Indonesia turut meningkat. Bila pada Mei 2020 berada di level 77, pada Juni 2020 naik menjadi 83,8. Tak hanya itu, Airlangga juga menyebutkan beberapa emiten di pasar modal juga telah menunjukkan pergerakkan ke arah positif di Juni 2020.

Perbaikan kinerja juga dapat terlihat pada sektor kendaraan bermotor, setelah tumbuh negatif pada triwulan II, kini tanda perbaikan mulai terlihat sejak Juli 2020 di mana persentasenya membaik meski masih berada dalam zona pertumbuhan negatif.

“Kita melihat bahwa terjadi turn out atau bottom out dari ekonomi nasional. Dari sektor kendaraan bermotor sudah terjadi kenaikan dari minus 8,2% ke minus 5,4% dan di bulan Juli diperkirakan sudah ada kenaikan,” imbuh Airlangga.

“Inflasi inti juga mencerminkan agregat demand mengalami peningkatan. Perdagangan internasional, pada Juli ekspor meningkat US$12 miliar,” pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT