11 August 2020, 12:57 WIB

Usai Swab Test, Seluruh Pegawai Dikbud Jabar Wilayah VI Diisolasi


Benny Bastiandy | Nusantara

SELURUH pegawai di Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Wilayah VI harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari pasca swab tes.Langkah itu dilakukan menyusul terkonfirmasi positifnya satu orang pegawai di lingkungan instansi tersebut. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan hasil pemeriksaan swab biasanya akan keluar selama 1-2 pekan. Sambil menunggu keluarnya hasil pemeriksaan swab, semua pegawai di KCD
Disdikbud Provinsi Jawa Barat VI harus menjalani karantina mandiri.

"Kita karantina semua. Kita sudah melihat tempatnya dan memungkinkan untuk dikarantina di kantor tersebut," teramg Yusman kepada mediaindonesia.com di Pendopo Cianjur, Selasa (11/8).

Jumlah pegawai yang saat ini tengah menjalani karantina mandiri sebanyak 36 orang. Mereka pun diinstruksikan tidak beraktivitas ke luar kantor karena dikhawatirkan akan terjadi kontak dengan yang lainnya.

"Mereka juga tidak boleh melayani publik," ucap Yusman.

Kasus baru terkonfirmasi positif covid-19 yang dialami salah seorang pegawai KCD Disdikbud Provinsi Jawa Barat Wilayah VI berinisial NN itu diduga terpapar dari menantunya. Tim Gugus Tugas Covid-19 pun melakukan tracing dan tracking untuk menelusuri kontak erat yang bersangkutan.

"Kita membuat rangking dari 1 sampai 36 orang yang ada di lingkungan KCD Disdikbud itu. Yang paling kontak erat dengan Ny NN ini kita telusuri,termasuk keluarganya. Tapi kalau tidak (ada kontak erat), tidak kita telusuri," ungkapnya.

Kabupaten Cianjur merupakan salah satu daerah yang dinilai pemerintah pusat cukup baik menangani covid-19. Pemkab Cianjur melalui Gugus Tugas Covid-19 terus berupaya menangkal indikasi penyebaran virus korona dengan berbagai langkah.

"Saat ini kita terus menjaga. Kalau ada indikasi kasus positif, kita berupaya cepat putus mata rantainya. Jadi tidak menyebar menjadi klaster," jelas Yusman.

Memasuki fase adaptasi kebiasaan baru atau new normal, sebut Yusman, bisa jadi sebuah dilema. Sebab, di saat pandemi covid-19, berbagai aktivitas mulai dibuka sehingga memicu potensi penyebaran.

"Dalam kondisi saat ini yang sudah tidak ada lagi penyekatan-penyekatan, sudah bebaslah, tidak ada sekat lagi. Tindakan yang dilakukan hanya bisa itu (memutus cepat mata rantai potensi penyebaran)," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Barat Wilayah VI, Ester Miory mengatakan hasil kesepakatan, semua pegawai di lingkungan Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Barat Wilayah VI berinisiatif melakukan karantina mandiri menyusul adanya karyawan di lingkungan kantor yang positif covid-19. Ester pun sudah meminta agar dilakukan tes usap bagi seluruh pegawai untuk memastikan ada atau tidaknya yang terpapar.

baca juga: 138 Pasien Cluster Pasar Besar Palangka Raya Sembuh 

"Pokoknya semua yang ada di lingkungan kantor kami harus dites swab, tanpa terkecuali. Jumlahnya ada sekitar 36 orang mulai dari pejabat, staf, office boy, termasuk sopir," jelas Ester.

Untuk sementara waktu, kata Ester, aktivitas di kantor pun bakal ditutup dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan. Namun untuk berbagai pelayanan dilakukan secara daring.

"Untuk pelayanan masih tetap berjalan, tapi dilakukan secara online," pungkasnya. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT