11 August 2020, 12:50 WIB

Antisipasi Karhutla, Polres Pangkalpinang Giatkan Patroli


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

KEPOLISIAN Resort Pangkalpinang mulai melaksanakan patroli ke-titik-titik dan lokasi yang rawan terjadinya Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jika terbukti ada unsur kesengajaan tindakan tegas akan dilakukan. Kepala Polres Pangkalpinang Ajun Komisaris Besar (AKB) Tris Lesmana Zeviansyah mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan perkebunan atau lahan kosong dengan cara dibakar. Pembukaan lahan dan hutan untuk berkebun dengan cara dibakar akan terkena masalah hukum.

"Sekarang ini kita sudah masuk musim kemarau, dan tentunya sekecil apapun pembakaran yang di sengaja bisa berakibat fatal," kata Kapolres Tris Lesmana Zeviansyah, Selasa (11/8).

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan

"Kita sudah melaksanakan patroli baik secara fisik maupun patroli diaplikasi untuk mendeteksi lokasi rawan dan deteksi dini lokasi kebakaran  yang rawan terjadi kebakaran hutan,"ujarnya.

Menurutnya, patroli tersebut bertujuan mencegah karhutla di wilayah hukum Polres Pangkalpinang.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Pangkalpinang yang ingin bercocok tanam, jangan membuka lahan dengan cara membakar hutan. Selain membahayakan, kebakaran hutan dampaknya sangat luas bagi kehidupan, terutama kesehatan, dan merusak ekosistem hutan,"ujarnya.

Ia menegaskan, apabila melakukan pembakaran hutan dan lahan kosong akan dikenakan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan pasal 8 ayat 1. Disebutkan pada Pasal 8 ayat 1 menyebutkan bahwa seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

Selain itu, Pasal 108 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menyatakan bahwa seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, dikenakan sanksi kurungan minimal tiga tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp10 miliar.

baca juga: Kalsel Siaga Karhutla

"Kalau imbauan dan penekanan dari kapolres tidak diindahkan, maka kami sebagai Satreskrim Polres Pangkalpinang akan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku-pelaku yang melakukan pembakaran hutan menimbulkan api dan asap tebal serta mengganggu kesehatan masyarakat," sambung Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pangkalpinang, Ajun Komisari (AK) Adi Putra.(OL-3)


 

BERITA TERKAIT