11 August 2020, 09:28 WIB

Selama Ganjil Genap, Penumpang Angkutan Umum Naik 6,25 Persen


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DINAS Perhubungan DKI Jakarta melakukan evaluasi penerapan pembatasan lalu lintas ganjil genap yang mulai berlaku sejak pekan lalu.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo volume penumpang angkutan umum mengalami peningkatan 0,64% sampai 6,25%.

Hal ini, menurutnya, masih cukup dan aman ditampung oleh jumlah angkutan umum yang beroperasi saat ini.

"Jumlah penumpang angkutan umum (Transjakarta, MRTJ, LRTJ, KRL, Ka Bandara) mengalami peningkatan antara 0,64-6,25%," kata Syafrin saat dikonfirmasi Media Indonesia, Selasa (11/8).

Selain itu, volume kendaraan yang berlalu lintas di 25 ruas jalan ganjil genap mengalami penurunan antara 2,47% sampai 4,63%.

"Untuk kecepatan lalu lintas mengalami peningkatan antara 1,36% sampai 16,36%," ujarnya.

Baca juga: Ganjil Genap Diterapkan, Masyarakat tak Beralih ke Angkutan Umum

Syafrin menegaskan, penerapan ganjil genap di masa pandemi covid-19 berbeda dengan penerapan ganjil genap di masa sebelum pandemi. Penerapan ganjil genap di era sekarang bukan ditujukan untuk memindahkan pengendara pribadi ke angkutan umum melainkan untuk menekan jumlah pergerakan orang karena di masa PSBB Transisi sektor ekonomi bergerak dan karyawan mulai diperbolehkan bekerja langsung di kantor.

"Ganjil genap secara tidak langsung pun mendorong perusahaan agar patuh dan disiplin terkait protokol kesehatan di kantor yakni pengaturan batas maksimum karyawan yang bekerja hanya 50%," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT