11 August 2020, 05:23 WIB

Perjuangan Veteran Perlu untuk Tumpas Korupsi


Ant/P-5 | Politik dan Hukum

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan esensi dari perjuangan veteran nasional perlu diterapkan saat ini untuk menumpas korupsi dan perilaku koruptif yang masih menjajah Indonesia.

“Tidak sedikit hikmah dari esensi sikap dan integritas para pejuang yang seyogianya kita terapkan untuk meneruskan perjuangan mengisi kemerdekaan yang dulu mereka rebut dengan darah dan air mata, salah satunya bersama-sama menumpas korupsi dan perilaku koruptif yang masih menjajah republik ini,” kata Firli dalam keterangannya memperingati Hari Veteran Indonesia setiap 10 Agustus di Jakarta, kemarin.

Firli pun mengutip kata-kata Bung Karno, ‘perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsa sendiri’.

“Ucapan proklamator tersebut benar adanya. Sekarang tugas kita akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri, melawan para koruptor, melawan kebodohan, melawan kemiskinan, melawan ketertinggalan, melawan intoleransi, dan melawan persekusi,” tuturnya.

Menurut dia, korupsi bukan hanya kejahatan merugikan keuangan negara. Korupsi merupakan bagian dari kejahatan merampas hak-hak rakyat dan hak asasi manusia.

“Banyak negara gagal mewujudkan tujuannya karena kejahatan korupsi. Karena itu, sudah saatnya seluruh anak bangsa berperan menghentikan korupsi dan mengangkat senjata bambu runcing yang tak lain menggunakan integritas sebagai perlawanan terhadap korupsi,” ujarnya.

Sama halnya dengan yang dilakukan para veteran, lanjut dia, peran serta seluruh eksponen bangsa saat ini sangat diperlukan dalam perang melawan laten korupsi yang merambah setiap tatanan kehidupan.

“Memang kita semua tentunya menyadari, menegakkan nilai-nilai integritas untuk selalu berperilaku jujur, menjaga diri dari sifat tamak, rakus akan nafsu duniawi memang sulit, tetapi bukan berarti tidak mungkin dilakukan,” katanya.

Para veteran nasional, kata Firli, membuktikan sesuatu yang sulit bahkan mustahil, dapat dilakukan dengan tekad yang kuat dan percaya apa yang diperbuat kelak akan dibalas di dunia maupun di akhirat.

“Nilai-nilai perjuangan mereka menjadi contoh dan pelajaran berharga yang tak lekang oleh waktu dan menjadi semangat untuk menyelesaikan ragam persoalan yang datang silih berganti serta permasalahan mendasar bangsa ini, yaitu laten korupsi dan perilaku koruptif,” ucap Firli. (Ant/P-5)

BERITA TERKAIT