11 August 2020, 05:03 WIB

Bintang Jasa Fahri Hamzah dan Fadli Zon Tuai Kritik


Cah/P-2 | Politik dan Hukum

PEMERINTAH berencana memberikan tanda jasa berupa Bintang Mahaputra Nararya kepada eks politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan politikus Partai Gerindra, Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Namun, pakar mempertanyakan sepak terjang dan kiprah keduanya bagi negara hingga dinilai laik mendapatkan penghormatan tersebut.

“Kriterianya apa sehingga Fahri dan Fadli diberikan penghargaan bergengsi itu. Publik tahunya duet Fahri dan Fadli paling depan menyerang pemerintah,” kata pakar politik Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno kepada Media Indonesia, kemarin.

Menurut Adi, selama ini kinerja pemerintah tidak pernah dianggap oleh Fahri dan Fadli. Publik jadi bertanya-tannya apa maksud penghargaan tersebut.

“Fahri dan Fadli kalau merasa tidak pantas menerima ini, baiknya ditolak saja. Jangan sampai penghargaan ini salah alamat,” ungkapnya.

Adi mengatakan yang layak diberikan penghargaan ialah para guru dan tokoh agama yang berjuang di jalan sunyi. Sepi apresiasi, tapi mereka bekerja untuk rakyat.

“Perjuangan mereka jelas untuk bangsa. Tokoh NU, Muhammadiyah, Nahdatul Wathon, Mathlaul Anwar, Annahdiyah, dan lainnya lebih laik menerima pernghargaan itu,” jelasnya.

Tokoh pemuda juga layak diberi pemghargaan. Mereka aktif mengader kaum milenial generasi bangsa. Misalnya, tokoh PMII, HMI, GMNI, IMM, KAMMI dan lainnya.

“Jangan sampai ada kesan penghargaan ini hanyalah instrumen perdamaian antara pemerintah dan mereka yang selama ini keras mengkritik,” pungkasnya.

Informasi mengenai tanda jasa kepada Fadli dan Fahri diungkap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dalam cicitannya di akun Twitter@mohmahfudmd, kemarin. Bintang jasa yang juga diberikan ke beberapa tokoh lainnya tersebut dalam rangka HUT ke-75 RI.

‘Fahri Hamzah @Fahrihamzah dan Fadli Zon @fadlizon akan mendapat Bintang Mahaputra Nararya,’ cicit Mahfud.

Ia pun memberikan pesan kepada keduanya untuk terus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Seperti diketahui, pemerintah berencana memberikan penghormatan berupaya tanda jasa kepada rakyat yang berjasa kepada negara pada 13 Agustus mendatang. Penganugerahan tersebut termasuk kepada 22 tenaga kesehatan yang gugur dalam tugas menanggulangi virus korona. (Cah/P-2)

BERITA TERKAIT