11 August 2020, 04:32 WIB

Presiden Tinjau Langsung Uji Klinis Hari Ini


Ins/Ant/X-10 | Politik dan Hukum

UJI klinis vaksin covid-19 berlangsung mulai hari ini di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 1.020 orang telah terdaftar menjadi relawan, termasuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengungkapkan Presiden Joko Widodo direncanakan meninjau langsung hari pertama proses uji klinis itu. Untuk itu, ia meninjau secara langsung segala persiapan di Bandung, kemarin.

‘’Yang terpenting, proses uji vaksin perdana harus sesuai dengan protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Sejauh ini sudah ada 21 relawan yang dites usap sebagai syarat sebelum dilakukan penyuntikan vaksin asal Tiongkok itu. Apabila semuanya dinyatakan negatif covid-19 dan sudah sesuai dengan syarat, hari ini mereka akan dilakukan penyuntikan.

Sebelum penyuntikan, ruang uji vaksin yang berada di lantai dua RSP Unpad itu sudah disterilisasi sesuai dengan prosedur.

‘’Kondisi ruangan untuk uji klinis jauh lebih aman daripada kondisi seperti biasa karena sudah ada penapisan lebih awal,’’ ujar Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unpad, Setiawan.

Gubernur Ridwan Kamil mengatakan mendaftarkan diri sebagai relawan untuk memastikan pemimpin ikut terlibat dalam pengujian vaksin secara langsung sehingga rakyat pun tergerak untuk jadi relawan. Soal diterima jadi relawan, dia masih menunggu pengumuman selanjutnya.

‘’Mudah-mudahan lancar. Kalaupun iya, saya laksanakan sesuai prosedur, tidak ada keistimewaan. Kalaupun tidak (jadi relawan), saya per maklumkan mungkin ada faktor-faktor kesehatan yang diperhatikan,’’ kata dia.

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia Syahrizal Syarif mengatakan Indonesia sangat bergantung pada tahap uji klinis fase III vaksin pertama yang diterima itu. Pasalnya, jika perusahaan bioteknologi AS, Moderna, berhasil duluan melakukan uji klinis, Indonesia tidak bisa mendapatkan vaksin tersebut.

“Kita sangat tergantung hasil uji klinis ini. Jika Moderna duluan selesai, Indonesia tidak bisa mendapatkan vaksin dari Moderna. Alasannya karena produksinya untuk negara yang sudah bayar DP (uang muka),” terang Syah rizal ketika dihubungi, kemarin.

Menurut dia, Indonesia membutuhkan dosis vaksin covid-19 sekitar 500 juta. Hal itu didapat dari perhitungan bahwa kebutuhan vaksin se-Indonesia cukup 64% jumlah penduduk yang 260 juta. Lalu dikalikan dengan kebutuhan vaksin tiap orang yakni 3 dosis. (Ins/Ant/X-10)

BERITA TERKAIT