11 August 2020, 04:19 WIB

Ribuan Personel Diterjunkan ke Daerah Rawan Karhutla


DW/RF/X-3 | Politik dan Hukum

MULAI Juni lalu sekitar 1.500 personel Polda Sumatra Selatan dikirimkan ke 10 kabupaten/kota untuk mengatasi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tersebut.

Ribuan personel itu tersebar di Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, OKI, Muara Enim, OKU Timur, Lahat, Pali, Musi Rawas, dan Muratara.

“Karhutla disebabkan ulah manusia dalam membuka lahan perkebunan dengan alasan biaya murah. Karena itu, kami menerjunkan tambahan 159 personel ke lima kabupaten yang paling rawan karhutla,” kata Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri, kemarin.

Menurut Kapolda Sumsel, bencana karhutla memengaruhi keberlangsungan kehidupan flora dan fauna, terancamnya keanekaragaman hayati, terganggunya keseimbangan ekosistem, sedimentasi sungai, erosi tanah, dan timbulnya kabut asap serta polusi yang mengakibatkan pemanasan global.

“Dampak karhutla ini juga terganggunya jarak pandang para pengguna jalan sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” lanjut Kapolda.

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota di Provinsi Bangka Belitung (Babel) semakin meningkatkan kesiagaan karena meningkatnya jumlah titik panas yang diduga karhutla di wilayah masing-masing.

“Jumlah titik panas terpantau satelit mencapai 103 titik. Cuaca dalam beberapa hari ini memang panas, ada hujan tapi tidak merata sehingga terpantau satelit ada 103 titik panas tersebar di enam kabupaten, kecuali Kota Pangkalpinang,” ujar Ketua BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa, kemarin.

Dia melanjutkan 103 titik panas yang di duga karhutla terse but ada di Bangka 4 titik, Bangka Selatan 42 titik, Bangka Barat 24 titik, Bangka Tengah 11 titik, Belitung 10 titik, dan Beltim 12 titik.

“Untuk Senin ini (kemarin) titik panas terpantau satelit terbanyak ada di Kabupaten Bangka Selatan 42 titik. Total keseluruhan 103 titik,” ungkap Mikron.

Karena itu, mengingat intensitas titik panas ini cukup tinggi, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh BPBD kabupaten/kota untuk waspada dan bersiaga, baik armada maupun personel.

“Kami di provinsi ini siap membantu khususnya di kabupaten yang terbanyak titik panasnya, seperti Bangka Selatan dan Bangka Barat. Tim kami sudah turun ke lapangan dengan armada. Jika memang karhutla, tindakan pemadaman harus cepat dilakukan agar tidak menyebar,” tandas Mikron. (DW/RF/X-3)

BERITA TERKAIT