11 August 2020, 03:30 WIB

Stimulus Baru Siap Diluncurkan


Despian Nurhidayat | Politik dan Hukum

PEMERINTAH terus menggagas terwujudnya pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Sejumlah program baru pemberian stimulus, insentif, dan bantuan sosial (bansos) di berbagai sektor didesain dan siap diluncurkan.

Beberapa usulan baru mencakup bidang kesehatan, perlindungan sosial, pendidikan, agama, dan sektor lainnya (lihat grafis). Melalui pemberian stimulus itu, pergerakan ekonomi diharapkan lebih terpicu. Realisasi anggaran dalam APBN pun diharapkan lebih dipercepat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan realisasi penyerapan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) memang akan lebih terpacu bila menggunakan program-program dengan data tervalidasi. Pasalnya, program-program semacam itu memiliki data cukup, sehingga tatkala anggaran dikucurkan, realisasi pun berjalan lancar.

“Penyerapan program ini akan lebih cepat dan optimal. Seperti PKH, kartu sembako, penyerapannya optimal, karena sudah punya meka-
nisme. Datanya jelas, meski belum updated, namun relatif sangat established,” ungkap Menkeu, kemarin.

Dengan data dan mekanisme yang siap, tambah Menkeu, pemerintah tinggal menambah anggaran dan program agar langsung bisa dieksekusi.

Hingga 6 Agustus 2020, realisasi pembiayaan untuk program PEN dilaporkan baru mencapai Rp151,25 triliun atau 21,8% dari pagu Rp695,2
triliun. Presiden Joko Widodo, dalam berbagai kesempatan, memerintahkan agar realisasi program itu lebih dipercepat. Perecepatan realisasi anggaran pada triwulan ketiga, diharapkan memperkuat daya beli dan menghindarkan ekonomi dari resesi.

Investasi

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Shinta Kamdani menilai pandemi covid-19 membuat perekonomian terancam resesi. Untuk menghindarkannya, dalam waktu dekat, investasi harus didatangkan dan lapangan kerja banyak diciptakan.

Akan tetapi, banyak kendala untuk mewujudkan hal itu. Kesulitan mengurus perizinan, tumpang tindih regulasi, dan birokrasi disebut sebagai contoh dari kendala itu. “Solusinya, sahkan segera RUU Cipta Kerja,” kata dia.

Di lain sisi, kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia dilaporkan masih tinggi, meskipun pandemi belum usai.

Hal itu tecermin dari adanya capital infl ow atau aliran modal asing yang masuk. Data Kementerian Keuangan menyebutkan, pada periode Mei-Juli, capital inflow tercatat mencapai Rp20,1 triliun. Padahal pada Januari-April 2020, yang marak justru capital outfl ow atau aliran modal asing keluar.

Karena itu, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta meyakini ekonomi nasional di triwulan ketiga akan bertumbuh positif dan Indonesia terhindar dari resesi.

“Data pada Juli, menunjukan adanya perbaikan. Prompt manufacturing index meningkat dari 39,1% pada Juni men- jadi 46,9% pada Juli. Diharapkan, bulan ini bisa di atas 50%. Selain itu, pertumbuhan kredit perbankan juga membaik. Jika momentum ini bisa dijaga dan tingkatkan, kuartal ketiga kita bisa segera pulih,” ujar Arif, kemarin. (Cah/Pra/X-6)

BERITA TERKAIT