10 August 2020, 23:00 WIB

Tahun Ini, Anies Berencana Tata 11 RW Kumuh


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMPROV DKI Jakarta berencana menata sebanyak 11 rukun warga (RW) kumuh tahun ini. Penataan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020.

"Belum implementasi, baru perencanaan. Ada 11 RW akan kita tindaklanjuti tahun ini," ujar Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Retno saat dikonfirmasi, Senin (10/8).

Berdasarkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta pada 2018-2022 di laman resmi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta target-target penataan kampung kumuh di 2018 sebanyak 10 RW ditata dan 40 RW pada 2019. Pemprov DKI juga menargetkan penataan 56 RW pada 2020, 46 RW pada 2021, dan 48 RW pada 2022.

Menurutnya, realisasi penataan kampung kumuh tahun ini agak tersendat karena sebagian besar anggaran pembangunan infrastruktur dan pembangunan kota lainnya dialihkan untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi selama pandemi.

"Tidak semuanya ke sana (covid-19) tapi ada beberapa yang bisa. Bisa dari APBD dan bisa kita cari-cari melalui CSR dan KSBB (Kolaborasi Sosial Berskala Besar)," ujar Retno.

Retno menyebut total penataan terealisasi pada 2019 tercatat 67 RW pada. Anggaran yang digelontorkan Rp298 miliar. Total ini melebihi target dalam RPJMD yakni 40 RW. Sementara pada 2018 dari target 10 RW, penataan kampung kumuh hanya bisa dilakukan terhadap tujuh RW

Pemprov DKI juga berupaya menata 56 RW pada tahun ini sesuai RPJMD. Pemprov DKI akan mencari corporate social responbility (CSR) untuk merealisasikan target tersebut. Sebab, anggaranya masih difokuskan untuk penanganan covid-19.

"Makanya baru 11 RW yang akan ditindaklanjuti. (Sebanyak) 45 RW sisanya masih CAP (community action plan), kita lagi usahakan untuk cari pengembang dan CSR agar bisa ditata tahun ini," ungkapnya.

CAP merupakan program kegiatan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjadi acuan keberlanjutan program penataan kawasan. Anggaran penataan kawasan berasal dari pihak ketiga.

"Di 2018 kan target 10 RW, ternyata yang terealisasi tujuh RW. Kita kan mengejar 60 RW di 2019, secara total lebih banyak realisasi," papar Retno.

Anggaran yang digelontorkan untuk penataan satu RW kumuh berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp3 miliar. Penataan kawasan dan anggaran yang dikeluarkan tergantung kebutuhan warga.

"Tergantung apa yang mau dikerjakan. Harus ada pembahasan dengan masyarakat inginnya seperti apa. Kalau di situ dibangun taman maka lebih besar lagi anggarannya," pungkasnya.(OL-8)

BERITA TERKAIT