10 August 2020, 17:05 WIB

A Thousand Cuts, Potret Buram Kebebasan Pers di Filipina


Fathurrozak | Weekend

Sosok Maria Ressa, jurnalis dan pemimpin redaksi Rappler, merupakan sosok yang paling kritis terhadap kebijakan presiden Filipina Rodrigo Duterte. Kisah tentang Ressa, difilmkan dalam dokumenter terbaru berjudul A Thousand Cuts.

A Thousand Cuts disutradarai oleh Ramona S Diaz, sineas keturunan Filipina-Amerika Serikat. Ia mengikuti kehidupan Ressa dalam beberapa tahun terakhir. Diaz merekam berbagai dimensi kehidupan Ressa, baik ketika ia mampu tersenyum saat menerima penghargaan media internasional, dan saat terlihat muram akibat Ressa ia dihadapkan dengan perisakan di dunia daring, proses hukum yang menimpanya, dan ancaman atas laporan medianya tentang pembunuhan ekstrayudisial dalam perang narkoba Duterte.

Realitas suram terjadi saat Ressa ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Ini menjadi puncak dari sasaran serangkaian kriminalisasi atasnya. Ia dihukum pada akhir tahun ini atas tuduhan pencemaran nama baik dan penggelapan pajak yang dilihat secara luas sebagai serangan terhadap kebebasan pers Filipina. Ressa saat ini menghadapi hukuman enam tahun penjara.

A Thousand Cuts memberi pembelajaran dari sejarah Filipina baru-baru ini, ketika media sosial ikut memecah belah negara dan media yang kritis dikecam, dan bahkan dibungkam, oleh rezim penguasa. ABS-CBN, jaringan TV terbesar di negara itu, ditutup oleh regulator telekomunikasi pemerintah pada bulan Mei.

“Anda tidak tahu betapa kuatnya pemerintah sampai Anda diserang seperti yang kami alami. Ketika semua bagian pemerintah yang berbeda bekerja melawan Anda - itu agak mengejutkan. Saya tidak sabar untuk benar-benar menulis ini - karena saya tidak dapat menulis sama sekali sekarang, karena saya akan dicibir di pengadilan,” kata Ressa dalam live streaming via Zoom saat mempromosikan filmnya, Minggu, (9/8).

“Media sosial, platform teknologi telah menciptakan sistem di mana kebohongan yang dicampur dengan kemarahan dan kebencian menyebar lebih cepat daripada fakta. Dan itu menempatkan orang-orang seperti saya dalam risiko,” lanjut Ressa.

Sementara itu, sang sutradara yang berbicara dari rumahnya di Baltimore AS, berharap filmnya dapat membantu melindungi Ressa - dan jurnalis independen lainnya. “Ini adalah kisah global. Ada sangat banyak Maria (Ressa) di seluruh dunia. Dan itulah mengapa ini menjadi kunci untuk menjaga kisah kebebasan pers ... dan pentingnya media independen tetap hidup,” kata Diaz.

Sebelumnya, A Thousand Cuts ditayangkan di Sundance Film Festival pada awal tahun ini. Saat ini, film dapat disaksikan secara virtual sejak (7/8), melalui laman resmi athousandcuts.film. Penonton yang ingin menyaksikan, dikenakan biaya $12 (Rp176 ribu).  (New India Express/M-2)

BERITA TERKAIT