10 August 2020, 16:11 WIB

FSGI Temukan Guru dan Siswa Positif Covid-19, Ini Persebarannya


Insi Nantika Jelita | Humaniora

FEDERASI Serikat Guru Indonesia (FSGI) membeberkan ada puluhan pelajar dan siswa yang positif covid-19. Temuan tersebut tersebar di beberapa daerah seperti Tangerang, Solo, Tegal, Surabaya, Sumedang dan kota lainnya.

Wakil Sekjen FSGI Satriawan Salim menuturkan kekhawatiran soal pembukaan sekolah tatap muka di kawasan zona kuning covid-19 sesuai SKB 4 menteri yang baru.

"Pembukaan sekolah tersebut dapat memunculkan risiko klaster baru di sekolah," kata Satriawan dalam keteranganya kepada Media Indonesia, Jakarta, Senin (10/8).

Ia menilai potret kebijakan pendidikan itu paradoks. Data menunjukkan penyebaran covid-19 di Indonesia makin tinggi, tetapi di sisi lain kebijakan pendidikan dibuka atau dilonggarkan.

"Satu bulan lalu sekolah hanya boleh dibuka di zona hijau, itu pun secara bertahap. Tapi sekarang justru di zona kuning pun diperbolehkan," tutur Satriawan.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Harus Mendapat Izin Orangtua Siswa

FSGI kerap menerima laporan soal siswa dan orang tua selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang banyak mengalami kendala khusus secara teknis.

Misalnya, tidak ada jaringan internet di wilayahnya. Lalu internet sinyalnya buruk, siswa dan guru tak punya gawai pintar, persoalan jaringan listrik, metode guru kunjung tak optimal karena faktor geografi dan akses ke rumah siswa yang jauh atau sulit ditempuh.

"Ada lagi laporan soal penugasan bagi siswa dari guru menumpuk. Pengeluaran orang tua membeli kuota internet meningkat bahkan ada yang sampai 500 ribu per bulan. Ini mesti yang diperhatikan pemerintah," pungkas Satriawan

Berikut persebaran siswa dan guru baik di sekolah maupun pesantren, yang positif covid-19 sampai 10 Agustus yang dimiliki FSGI :

1. 28 guru dari 2 sekolah di Kota Balikpapan positif covid-19 (terbaru)

2. 35 santri dari pesantren di Kab. Pati positif covid-19 (terbaru)

3. 4 guru di Kota Surabaya

4. 2 siswa di Kab. Sumedang

5. 2 siswa di Kab. Sambas

6. 2 guru di Kota Pariaman

7. 1 siswa di Kota Sawahlunto

8. 1 siswa di Kab. Tegal

9. 1 siswa di Kota Tegal

10. 1 guru di Kota Solo

11. 1 guru meninggal positif covid-19 di Kab. Madiun

12. 1 guru di Kota Madiun

13. 50 santri di Ponpes Gontor 2 Kab. Ponorogo

14. 5 pengajar (ustaz) di Ponpes Kota Tangerang

15. 1 pengajar (ustaz) dan 6 santri di Kab. Wonogiri

16. 3 santri di Ponpes Kab. Pandeglang

17. 43 santri di Ponpes Temboro Kab. Magetan.(OL-5)

BERITA TERKAIT