10 August 2020, 15:26 WIB

Mengapa Karaoke tak Dipatenkan Penciptanya?


Abdillah Marzuqi | Weekend

Siapa kenal Daisuke Inoue? Bahkan penggemar karaoke mungkin tidak terlalu akrab dengan namanya. Padahal, pria itu ialah penemu mesin karaoke.

Inoue menemukan mesin karaoke yang diberi nama Juke 8 pada 1971. Saat itu, ia tidak mematenkan penemuannya. Alhasil dia kehilangan royalti sebesar US $ 100 juta (Rp 1,4 triliun) pada tahun lalu. Angka itu hanya untuk satu tahun paten, belum tahun sebelumnya dan sesudahnya.

Apakah Inoue menyesal? Tidak juga. Ia bangga dengan kisahnya. Melalui ciptaannya, ia menjadikan dunia penuh dengan nyanyian dan musik.

Sang penemu karaoke itu mengangkat bahu ketika ditanya apakah dia menyesal tidak mengambil paten atas kreasinya yang saat ini ada di mana-mana di seluruh dunia.

“Pada saat itu, saya pikir paten hanya untuk penemuan luar biasa yang menghasilkan sesuatu dari nol,” katanya seperti dilansir scmp.com.

Hampir setengah abah penemuannya mewarnai dunia. Saat itu, Daisuke Inoue tidak menganggap dirinya menemukan apapun saat meluncurkan mesin karaoke.

"Mesin karaoke pertama hanya menyatukan beberapa komponen elektronik yang sudah ada, jadi saya tidak pernah mengira itu adalah penemuan," tambahnya.

Mengenang masa itu, Inoue mengatakan ada kemungkinan besar karaoke tidak akan pernah menjadi fenomena global seperti saat ini jika ia mematenkan Juke 8. Baginya, mematenkan Juke 8 hanya akan melewatkan intinya.

“Keinginan untuk menyanyi adalah hal yang biasa bagi mayoritas orang, saya yakin. Dan karaoke memberi mereka kesempatan untuk merasa seperti seorang bintang,” tandasnya.

Ia hanya ingin membantu siapapun bernyanyi lepas sembari mengandaikan menjadi bintang bersuara emas.   

“Dan ketika saya melihat seseorang bernyanyi, itulah yang saya pikirkan,” sambungnya. 

Pada 1999, Majalah Time memasukkan Inoue dalam daftar 20 Orang Asia Terbaik Abad 20. Penghargaan itu menempatkannya bersama Mahatma Gandhi. Meski demikian, Inoue tidak sesumbar, bahkan ia mengaku penghargaan itu berlebihan.

Lima tahun kemudian, Inoue diundang ke Universitas Harvard untuk menerima Penghargaan Ig Nobel sebagai 'penemu karaoke, sebuah cara baru untuk belajar toleransi satu sama lain'.

“Saya ingin mengajari dunia bernyanyi, dalam harmoni yang sempurna," ucapnya kala memberi sambutan. (SMCP/M-2)

 

BERITA TERKAIT