10 August 2020, 10:18 WIB

103 Titik Panas Bertebaran di Babel, BPBD Siaga


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

INTENSITAS titik panas yang diduga Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) kian meningkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/Kota di Babel kini bersiaga terlebih setelah jumlah titik panas yang terpantau satelit mencapai 103 titik.

Ketua BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa mengatakan, saat ini, pihaknya meminta seluruh BPBD di Kabupaten/Kota untuk bersiaga, mengingat jumlah titik panas terpantau satelit mencapai 103 titik.

"Cuaca dalam beberapa hari ini memang panas, ada hujan tapi tidak merata, sehingga terpantau satelit pada Senin (10/8) ada 103 titik panas tersebar di 6 Kabupaten kecuali Kota Pangkalpinang," kata Mikron. Senin (10/8).

Baca juga: Balai Besar KSDA NTT Bersihkan Sampah di TWA Camplong

Ia menyebut 103 titik panas yang diduga karhutla tersebut ada di Bangka 4 titik, Bangka Selatan 42 titik, Bangka Barat 24 titik, Bangka Tengah 11 titik, Belitung 10 titik, dan Beltim 12 titik.

"Untuk Senin (10/8) ini, titik panas terpantau satelit terbanyak ada di Kabupaten Bangka Selatan 42 titik, total keseluruhan 103 titik," ujarnya.

Ia mengaku, selama ini, terpantau satelit tidak pernah jumlah titik panas mencapai ratusan sebab paling tinggi di bilangan puluhan.

"Tingkat akurasi atau kepercayaan 103 titik panas ini bervariasi mulai dari 7 hingga 9," ungkap dia.

Untuk itu, mengingat intensitas titik panas ini cukup tinggi, pihaknya sudah mengintruksikan seluruh TRC BPBD kabupaten/Kota untuk waspada dan bersiaga baik armada maupun personel.

"Kita di provinsi ini, siap membantu, khususnya di Kabupaten yang terbanyak titik panas seperti Bangka selatan dan Bangka Barat," imbuhnya.

Kendati jumlah titik panas mencapai ratusan. Mikron mengaku belum bisa memastikan apakah itu karhutla atau hanya panas yang tertangkap satelit dari pembakaran sampah atau panas dari asbes.

"Tim kita di lapangan khususnya di kabupaten/Kota sudah turun ke lapangan dengan armada, jika memang karhutla tindakan pemadaman harus dicepat dilakukan, tidak boleh berlama-lama agar tidak menyebar," tegasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT