10 August 2020, 09:54 WIB

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, DKI Pastikan Pesantren belum Dibuka


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan seluruh pesantren masih belum dibuka saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi. Penularan covid-19 dianggap masih jadi ancaman bagi pelajar.

"Sampai saat ini belum dibuka. Masih dalam evaluasi kondisi dan situasinya," ungkap Kepala Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta Hendra Hidayat kepada Media Indonesia, Jakarta, Senin (10/8).

Diketahui, pemerintah telah mengizinkan pembelajaran tatap muka yang segera digulirkan di zona kuning. Kebijakan itu juga berlaku di pondok-pondok pesantren di wilayah zona kuning covid-19. Bahkan, pada Jumat (7/8), Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyebut hampir 100% pesantren sudah dibuka.

Baca juga: Menag: Tatap Muka Pesantren di Zona Kuning Lebih Mudah

Hendra mengatakan, kasus positif covid-19 di Jakarta masih tinggi dan hampir semua wilayah memiliki zona merah penularan virus tersebut.

"Kondisi tiap-tiap daerah kan memang berbeda ya. Bagaimana pun kehati-hatian menjadi salah satu pertimbangan kami," jelas Hendra

Menurutnya, setelah ada evaluasi dari tim gugus tugas DKI Jakarta dan kondisi penularan covid-19 kondusif di ibu kota, 109 pesantren yang ada di Ibu kota bisa dibuka kembali. Kasus positif di DKI sampai saat ini berdasarkan website corona.jakarta.go.id mencapai 25.714 kasus.

"Salah satu pertimbanganya belum dibuka karena itu (zona merah)," pungkas Hendra.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dalam Webinar Penyampaian Penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri mengatakan, hampir 100% pesantren sudah buka kembali dengan pembelajaran tatap muka. Untuk pembukaan tempat belajar, harus memastikan aman dari covid-19.

"Hampir 100% buka. Tapi intinya, lokasinya aman covid. Ustaz dan gurunya aman covid. Siswa dan santrinya aman covid dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik," ucap Fachrul, Jumat (7/8).(OL-5)

BERITA TERKAIT