10 August 2020, 09:22 WIB

Pilkada di Tengah Ancaman Resesi, Awas Politik Uang


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

WAKIL Sekretaris Jenderal DPP PDIP Arif Wibowo mengatakan pemerintah dan para calon kepala daerah harus mewaspadai potensi masifnya politik uang dalam pilkada di tengah kondisi ekonomi dan pandemi covid-19.

"Menjadi tugas bersama bagaimana agar kualitas pilkada tidak tercoreng akibat permainan politik uang tersebut," kata Arif.

Selain itu, PDIP memastikan kapasitas dan kapabilitas personal yang akan diusung sebagai pasangan calon di pilkada. Salah satunya dengan mengingatkan faktor lain berupa ketangkasan mengatasi pandemi.

"Yakni memastikan mesin politik parpol, bukan hanya PDIP saja tapi juga parpol lain, bekerja efektif dan adaptif. Saya tekankan soal adaptif ini, terhadap meluasnya pandemi covid-19," tegasnya.

Baca juga: Jelang Pilkada, Data Covid-19 Diumumkan Per Kabupaten Kota

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan komitmen partainya sangat jelas dalam mengusung calon pemimpin yakni harus memiliki api semangat berdasarkan pemahaman ideologi Pancasila. Karena itu pula, PDIP juga mempersiapkan sebaik-baiknya para calon kepala daerah tersebut.

"Yakni melalui sekolah calon kepala daerah yang untuk Pilkada serentak 2020 ini kami bagi tiga gelombang. Dan gelombang pertama dijalankan 19 Agustus mendatang," ujarnya.

Soal isme ini sangat penting bagi PDIP. Bahkan upacara pengumuman saja disusun sedemikian rupa agar para calon benar-benar merasakan suasana keharusan untuk memiliki komitmen. Yakni harus berdedikasi untuk rakyat, bangsa, dan negara.

"PDI Perjuangan menyatukan diri dengan seluruh kehendak rakyat itu. Pilkada ini adalah pemilunya rakyat Indonesia. Karena itulah partai menyiapkan para calon kepala daerah dengan sebaiknya agar bisa memenangkan hati rakyat," pungkas Hasto. (OL-1)

BERITA TERKAIT