10 August 2020, 08:46 WIB

MAKI Ajukan 4 Saksi untuk Kasus Surat Jalan Palsu Joko Tjandra


Siti Yona Hukmana, Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

MASYARAKAT Antikorupsi Indonesia (MAKI) akan menyambangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Mereka datang untuk menyampaikan daftar saksi yang bisa diperiksa dalam kasus surat jalan palsu Joko Tjandra.

"Ada empat saksi, tiga dari pihak swasta dan satu aparat penegak hukum," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis, Senin (10/8).

Boyamin belum mau mengungkap sosok empat saksi tersebut. Dia bakal menyebutkan identitas keempat saksi setelah menyerahkan daftar saksi itu ke Bareskrim Polri.

Baca juga: Orang Swasta Berperan dalam Kasus Joker

"Untuk penjelasan nama saksi dan dugaan keterkaitan mereka dengan para tersangka akan diberikan setelah memasukkan surat kepada Bareskrim," ujar Boyamin.

Boyamin mengaku akan datang pukul 11.00 WIB. Keempat saksi itu berkaitan dengan Brigjen Prasetyo Utomo dan Anita Kolopaking yang ditetapkan sebagai tersangka surat jalan palsu.

Boyamin menuturkan, saksi itu adalah orang yang diduga mengetahui, melihat dan mendengar suatu peristiwa. Keterangan saksi dapat menjadikan peristiwa tersebut terang.

Saksi, lanjut dia, belum tentu terlibat atau tidak terlibat sama sekali dengan suatu peristiwa tindak pidana. Namun, keterangannya dibutuhkan untuk menambah atau memperkuat alat bukti yang sudah dimiliki penyidik.

"Kami selalu berupaya membantu penegak hukum dalam hal ini Bareskrim untuk dapat mempercepat penanganan suatu perkara termasuk sengkarut Joko Tjandra," ungkap Boyamin.

Brigjen Prasetyo Utomo dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri. Dia terbukti terlibat dalam pembuatan surat jalan palsu untuk narapidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra.

Brigjen Prasetyo ditetapkan sebagai tersangka pada 27 Juli 2020. Dia ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Sementara Anita Kolopaking yang merupakan kuasa hukum Joko Tjandra ditetapkan sebagai tersangka pada 30 Juli 2020. Dia terbukti meminta Brigjen Prasetyo Utomo membuat surat jalan palsu dan surat bebas covid-19 untuk Joko Tjandra. Anita juga ditahan di Rutan Bareskrim Polri. (OL-1)

BERITA TERKAIT