10 August 2020, 05:50 WIB

Polda Sulteng Tangkal Peredaran Pupuk Ilegal


(TB/N-3) | Nusantara

PUPUK ilegal beredar di Sulawesi Tengah. Dua pelakunya, RD, 54, dan ZN, 46, warga Palu, su dah diringkus kepolisian daerah.

"Mereka mengedarkan pupuk yang berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur. Kami sudah menetapkan keduanya sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Komisaris Besar Didik Supranoto, kemarin.

Dari tangan keduanya, penyidik menyita 551 karung pupuk ilegal seberat 30 ton. Selain RD dan ZN, masih ada tersangka lain dalam kasus ini, yakni pema sok pupuk yang berada di Sidoarjo. Polda Sulteng masih ber koordinasi dengan Polda Ja wa Timur untuk melacak pela kunya.

Menurut Didik, 30 ton pupuk ilegal itu dikirim dari Sidoarjo melalui jalur laut. Pupuk dikemas dalam karung tanpa merek dagang dan izin edar.

Setelah sampai di gudang pe nampungan di Palu, pupuk seberat 25 kilogram per karung itu dijual Rp15 ribu, dimasukkan ke karung sesuai merek pupuk yanng dibutuhkan petani di Sulteng. Kedua tersangka juga melengkapinya dengan izin edar palsu. (TB/N-3)

BERITA TERKAIT