10 August 2020, 08:07 WIB

Ganjil Genap Diterapkan, Volume Penumpang KRL Malah Turun


Cindy Ang | Megapolitan

PENERAPAN kembali sistem ganjil-genap (gage) di DKI Jakarta tidak berdampak pada volume pengguna kereta rel listrik (KRL). Volume pengguna KRL, selama sepekan penerapan gage, justru menurun.

"Belum terdapat peningkatan volume pengguna KRL. Rata-rata pengguna KRL relatif stabil," kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba lewat keterangan tertulis, Senin (10/8).

Rata-rata pengguna KRL pada 27 Juli sampai 30 Juli 2020 sebanyak 395.031 penumpang. Sementara pada 3 Agustus sampai 7 Agustus pekan lalu, rata-rata pengguna KRL tercatat 390.617 penumpang atau turun 1,1%.

Baca juga: Mulai Hari Ini, KCI Buat Penyekatan di Stasiun Tanah Abang

PT KCI telah mengantisipasi kenaikan jumlah penumpang sejak pekan lalu dengan mengoperasikan 975 perjalanan KRL setiap harinya. Penambahan perjalanan dilakukan sepanjang akhir Juli untuk lintas Rangkasbitung, lintas Bekasi/Cikarang, dan lintas Depok/Bogor.

"Untuk meningkatkan upaya jaga jarak, PT KCI selama beberapa bulan ini telah memberangkatkan kereta dari stasiun yang bukan merupakan stasiun awal namun cukup ramai pengguna seperti stasiun Tigaraksa, Cilebut, Bojonggede, dan Sudimara," ungkap Anne.

Selain itu, pihaknya mengevaluasi perkembangan situasi pandemi covid-19 dengan pembenahan alur masuk penumpang di Stasiun Tanah Abang. Alur antrean calon pengguna di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) akan diatur melalui penyekatan dan antrean sesuai jumlah pengguna yang akan mengakses layanan KRL melalui Hall Selatan Stasiun Tanah Abang.

"Pengaturan mulai Senin (10/8) pada sore hingga malam hari sebagai antisipasi agar para pengguna KRL tidak lagi berkerumun dan memadati pintu akses ke Hall Selatan Stasiun dari area JPM," ujar Anne.

Masyarakat diminta mengakses informasi kondisi antrian di stasiun dan posisi terkini KRL lewat aplikasi KRL Access. Anne ingin pengguna dapat merencanakan perjalanannya dengan mengakses aplikasi agar tidak menunggu terlalu lama saat mengantre.

PT KCI juga telah berupaya mengurangi interaksi pelanggan dengan petugas dan mengurangi penggunaan uang tunai yang berpotensi menjadi media penyebaran virus. Contohnya, Stasiun Bogor, Cilebut, dan Cikarang yang melayani transaksi menggunakan KMT (kartu multi trip), kartu uang elektronik bank, hingga tiket kode QR. (OL-1)

BERITA TERKAIT