10 August 2020, 05:15 WIB

Saat Bermasker sudah Jadi Gerakan


(BN/HS/DW/LD/ SL/RS/N-2) | Nusantara

SEHARUSNYA, Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyediakan 1,5 juta masker untuk dibagikan kepada masyarakat. Namun, undangan sang bupati, Muhammad Sanusi,
kepada pihak swasta untuk ikut mendukung, mendapat sambutan cepat.

“Dari seharusnya 1,5 juta masker, ternyata kami bisa mengumpulkan 2 jutaan masker untuk dibagikan ke masyarakat. Ketukan untuk bergotong royong dalam program
ini mendapat sambutan dari pengusaha dan instansi pemerintah lainnya,” kata Sanusi, kemarin.

Di daerah ini, sekitar 300 pengusaha menyumbang masker. Selain dibagikan gratis di perusahaan, mereka juga memberikannya untuk warga di sekitar pabrik.

Gabungan ASN menyumbang 250 ribu masker. Camat dan kepala desa membagikan masker untuk warga desa. “Saya juga sudah perintahkan setiap kepala dinas membagikan
minimal 100 masker ke masyarakat saat turun ke lapangan,” tegasnya.

Di Sidoarjo, pejabat pemkab, kapolres, komandan kodim, dan ketua DPRD turun ke arena bebas kendaraan bermotor. Mereka membagikan masker dan mengingatkan
warga untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Hari ini ada 15 ribu masker, susu, dan vitamin yang dibagikan di arena car free day di sekitar alun-alun. Ini adalah bentuk kegiatan Jawa Timur Bermasker,” kata Kapolresta
Komisaris Besar Sumardji.

Bagi-bagi masker juga dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan di Palembang. Lewat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, mereka
membagikan 300 masker dan 100 perisai wajah.

“Sambil membagikan, kami mengingatkan warga tentang protokol kesehatan. Selalu pakai masker, menerapkan jarak, jaga kebersihan, dan rajin cuci tangan,” papar Kepala
Dinas Penanaman Modal, Megaria.

Imbauan bermasker sudah tidak dilakukan di Banyumas, Jawa Tengah. Karena sudah memiliki perda sejak April lalu, pemkab memilih menerapkan sanksi bagi warga
yang tidak menggunakan masker.

“Masih terus kami kawal. Razia terus dilakukan dan pelanggarnya dibawa ke sidang tindak pidana ringan,” kata Bupati Achmad Husein.

Keteledoran warga Jambi karena tidak menaati protokol kesehatan berbuah buruk. “Jumlah warga terpapar melonjak. Klaster baru muncul dari lingkungan perkantoran
serta pengeboran minyak dan gas,” kata Gubernur Fachrori Umar. (BN/HS/DW/LD/SL/RS/N-2)

BERITA TERKAIT