10 August 2020, 04:54 WIB

Siasati Bupati Benteng Hadapi New Normal Covid-19


S1-25 | Nusantara

BUPATI Bengkulu Tengah, Ferry Ramli ternyata mempunyai siasat tersendiri untuk mengenjot kembali perekonomian perkopian yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah yang sempat terpuruk akibat lesunya peminat kopi pascamerebaknya wabah virus covid-19.

Harga jual kopi pada masa pandemi covid-19 turun dari sebelumnya Rp21 ribu per kilogram menjadi Rp16 ribu per kilogram.

Berlokasi di salah satu wahana permainan di wilayah itu, Ferry mengumpulkan para petani kopi, UMKM dan pengusaha kopi sektor hilir untuk berdiskui bertajuk ‘Ngopi Bareng Bupati’.

“Kita jangan menyerah, semua harus bersinergi, kondisi ini harus kita hadapi bersama-sama, yakinlah dengan usaha keras, kita akan tetap bertahan dan maju bersama untuk memulihkan kembali harga jual kopi dan menarik minat pecinta kopi di seluruh penjuru Indonesia bahkan Internasional sekaligus,” ujar Ferry di Pekik Nyaring, pada Sabtu (9/8).

Dikatakan Ferry menghadapi era new normal saat ini, para petani dan pelaku usaha kopi diminta untuk tetap berkreasi dan menjaga kualitas kopi terbaik khas Kabupaten Bengkulu Tengah. Yakni, dengan tetap mengembangkan kopi dalam skala home industry maupun dalam skala besar.

Ferry juga mengajak masyarakat Kabupaten Bengkulu Tengah untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekitar rumah untuk dijadikan sebagai lahan untuk menanam kopi, yang nanti dapat menggejot perekonomian keluarga di pedesaan. Tidak hanya itu, Ferry juga berencana memanfaatkan lahan bekas tambang yang sudah lama tidak terpakai untuk direklamasi dan dijadikan sebagai lahan penghijauan untuk kembali ditanam menjadi lahan tanaman kopi.

“Saya akan berkonsultasi ke kementerian terkait, kita akan coba reklamasi lahan bekas tambang untuk kita tanam kembali dengan kopi bila perlu akan kita lakukan penelitian khusus untuk menanam kopi di bekas lahan tambang tersebut,” ungkap Ferry didampingi Kadis Kominfo Budiman Efendy dan Kabid Diskominfo Lili Kartika Sari.

Secara terpisah, Manager Project PT Bencoolen Coffee, Heri Supandi menyatakan untuk mendukung rencana Bupati Bengkulu Tengah membangkitkan dunia perkopian di Kabupaten Bengkulu Tengah, pihaknya sedang merancang program satu kedai satu desa. Artinya, di setiap desa bakal ada satu kedai kopi percontohan untuk mengolah dan menjadi ujung tombak pemasaran kopi terdekat.

“Kita siapkan pelatihan bagi para petani yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah dan akan kita support untuk pemasarannya tidak hanya sebatas di Provinsi Bengkulu saja tetapi sampai keluar Provinsi Bengkulu,” Tutup Heri. (S1-25)

BERITA TERKAIT