10 August 2020, 03:37 WIB

DKI Cetak Rekor Kesembuhan Tertinggi


Ins/Cah/Ifa/X-7 | Humaniora

DATA Kementerian Kesehatan menunjukkan DKI Jakarta, per kemarin siang, mencetak rekor kesembuhan covid-19 tertinggi jika dibandingkan dengan provinsi lainya. Dalam sehari, pasien sembuh dari covid-19 mencapai 558 orang.

Selain rekor mencetak angka kesembuhan, berdasarkan website Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta juga penyumbang tertinggi kasus covid-19, yakni dengan penambahan 440 kasus. Dengan begitu, total mencapai 25.727 kasus positif.

Urutan kedua ialah Jawa Timur dengan 365 kasus sembuh, sehingga total mencapai 18.050 orang yang sembuh dari covid-19. Namun, Jawa Timur juga menyumbang terbanyak kedua dengan 408 kasus positif baru. Total di Jawa Timur kasus positif mencapai 25.330 kasus. Urutan ketiga ialah Provinsi Jawa Barat dengan tambahan 179 kasus positif dan total mencapai 7.566 kasus.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, perkembangan kasus covid-19 di Tanah Air menunjukkan pasien sembuh mencapai 80.952 orang. Angka tersebut meningkat sebanyak 1.646 orang dari hari sebelumnya.

Adapun pasien terkonfirmasi positif covid-19 bertambah 1.893 orang, sehingga angkanya menjadi 125.396 orang. Pasien meninggal bertambah 65 orang, sehingga total menjadi 5.723 orang.

Secara terpisah, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI-AD, Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) TNI-AL, dan Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) TNI-AU membantu pendisiplinan protokol kesehatan.

Panglima menyampaikan pada 4 Agustus 2020 , Presiden RI Joko Widodo telah mengeluarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tersebut. “Kebijakan ini, tentunya sangat diperlukan karena tren kasus positif di Indonesia belum melandai dan rasio angka kematian akibat covid-19 di Indonesia berada pada angka 4,65%,” katanya dalam keterangan resmi.

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan protokol kesehatan harus menjadi perilaku keseharian untuk mengendalikan covid-19. “Tanpa pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat, sulit untuk bisa mencegah penyebaran covid-19,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Rerie, demikian ia biasa disapa, peta sebaran positif covid-19 yang dihasilkan dari tes cepat secara agresif juga akan sia-sia dalam pengendalian penyebaran virus, bila warga tidak mematuhi protokol kesehatan yang ada. (Ins/Cah/Ifa/X-7)

BERITA TERKAIT