10 August 2020, 06:10 WIB

Hortikultura Jadi Andalan di Kuartal III 2020


Suryani WPP | Ekonomi

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan menggenjot produksi tanaman hortikultura untuk menjaga tren pertumbuhan positif di kuartal III 2020.

“Pertumbuhan positif tentu saja tidak akan berakhir di triwulan II 2020. Jangan sampai pada triwulan II tumbuh 16,24% dari PDB, tetapi kemudian triwulan III malah anjlok,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam tayangan virtual Cross Check from Home, kemarin.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pekan lalu, sektor pertanian tumbuh 16,24% dari PDB pada kuartal II 2020, atau tumbuh 2,19% secara year on year (yoy). Pertumbuhan itu memberi harapan di tengah terpuruknya sektor-sektor lain akibat tekanan ekonomi di masa pandemi covid-19.

“Untuk triwulan III 2020, kita sedang siapkan penguatan di tanaman hortikultura. Jadi yang dominan bermain atau pemain utama ialah hortikultura, kemudian peternakan yang juga akan disiapkan,” ungkap Syahrul.

Ia juga mengatakan, hasil produksi hortikultura diharapkan mampu mendorong kinerja eks­por. “Sehingga perputaran dari semuanya, selain perkebunan, ada juga kelapa sawit, karet, kakao, hingga lada yang bisa ikut memperkuat ekonomi kita,” kata dia.

Setidaknya ada empat strategi yang disiapkan Kementan untuk menjaga sektor pertanian agar dapat terus berproduksi. Empat cara itu harus dijalankan secara paralel, di antaranya dengan melakukan ekstensifikasi lahan rawa untuk pertanian.

“Ekstensifikasi penting mengingat organisasi pangan dan pertanian PBB FAO telah memberikan peringatan tentang ancaman kekeringan. Lahan-lahan rawa yang siap digarap, misalnya di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan yang terbaru di Bangka Belitung seluas 30 ribu hektare akan digunakan untuk pertanian,” kata Syahrul.

Strategi kedua ialah dengan penguatan pangan lokal. Dalam hal ini, Kementan ingin menyubstitusi makanan pokok masyarakat yang selama ini hanya mengandalkan beras, agar juga memaksimalkan konsumsi ubi kayu, talas, jagung, kentang, dan sebagainya. Produksi tanaman substitusi itu akan diperkuat di tiap wilayah.

Strategi ketiga, membuat lumbung pangan di tiap tingkatan wilayah, mulai desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

“Dan strategi keempat, menciptakan pertanian modern melalui green house dan lain sebagainya. Kita harapkan anak-anak muda milenial masuk ke pertanian modern,” pungkas Syahrul.

Penyelamat dari resesi

Di kesempatan berbeda, anggota Komisi IV DPR Charles Meikyansah meyakini sektor pertanian bakal jadi penyelamat dari jurang resesi.

Dengan dua capaian sejak awal tahun, yakni rendahnya inflasi dan meningkatnya ekspor pertanian, yang pada April 2020 sebesar 12,66% atau US$0,28 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 (yoy), bisa mengeluarkan Indonesia dari tekanan ekonomi.

“Dua capaian utama ini ialah fondasi penting di sektor pertanian, terutama Kementan, untuk terus digenjot capaian positifnya. Setidaknya mampu menjadi rem bagi ekonomi Indonesia agar tidak terjerumus dalam resesi. (RO/E-2)

 

BERITA TERKAIT