09 August 2020, 13:45 WIB

Transaksi Pengiriman Barang Meningkat Selama Pandemi Covid-19


Tosiani | Nusantara

Sejumlah jasa pengiriman barang dari wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah meningkat selama pandemi covid-19. Hal itu karena kebanyakan orang membatasi kontak dan pertemuan secara langsung dengan orang lain.

Contohnya ialah jasa pengiriman Kerta Gaya Pusaka (KGP) yang beroperasi di wilayah Temanggung. Prasetyo, 40, seorang staf KGP memperkirakan peningkatan transaksi pengiriman pada saat pandemi meningkat 10 persen dibandingkan masa sebelum pandemi covid-19.

Salah satu faktor penyebabnya ialah karena masyarakat di awal pandemi covid-19 masih belum boleh mudik. Saat ini juga warga yang bepergian ke daerah lain masih terbatas.

"Saat ini rata-rata transaksi tunai pengiriman barang dari Temanggung melalui KGP di kisaran 20 hingga 60-an unit per hari. Jika ditambah dengan transaksi kredit pengiriman barang diperkirakan sekitar 100-an unit per hari," papar Prasetyo, Minggu (9/8).

Transaksi kredit adalah transaksi yang dibayar dengan tagihan bulanan dengan instansi, perbankan, dan pabrik tertentu berdasarkan perjanjian kerja sama.

Baca juga: Kapolres Klaten Ajak Kamtibmas Jaga Situasi Aman Jelang Pilkada

"Kalau dibandingkan dengan sebelum pandemi ya naik sedikit. Kira-kira 10-an persen. Soalnya kami tidak kerja sama dengan online shop," lanjutnya.

Kondisi saat ini, katanya, sudah lebih bagus dibandingkan awal pandemi covid-19. Ketika itu, meski masih tetap beroperasi, tapi transaksi pengiriman barang cenderung sepi.

"Karenanya pihak perusahaan sempat membuat kebijakan untuk mengurangi atau memotong gaji karyawan sebanyak 50 persen. Namun, hal itu hanya berlaku di awal pandemi covid-19 saja," tambahnya.

Menurut Prasetyo, jumlah pegawai yang dipekerjakan masih tetap sama. "Sebanyak sembilan orang," tukasnya.

Ia menambahkan untuk mencegah penularan dan penyebaran virus covid-19, para pegawai jasa pengiriman KGP menerapkan protokol kesehatan. "Selalu menggunakan masker, sarung tangan, dan helm saat melakukan pelayanan transaksi dan pengiriman barang," jelasnya.

Eko, 50, seorang sub agen jasa pengiriman Lion mengatakan pihaknya juga mengalami peningkatan transaksi pengiriman barang meski angkanya amat tipis. Hanya usaha travelnya terpaksa harus terhenti karena tidak ada penumpang yang diangkut ke luar kota.

"Sebagai gantinya, mobil yang biasa digunakan untuk mengangkut penumpang dialihkan untuk mengangkut kiriman barang," jelas Eko. (OL-14)

BERITA TERKAIT