09 August 2020, 12:52 WIB

Gubernur Sumsel: Ada Api Langsung Siram Pakai Heli


Dwi Apriani | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) semakin aktif dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Selain sudah melakukan apel siaga karhutla, memastikan sarana dan prasarana, hingga peralatan pemadaman karhutla, Pemprov Sumsel juga telah mengucurkan bantuan dana untuk pencegahan dan penanganan karhutla.

Tidak tanggung-tanggung, ada 10 kabupaten dan kota di Sumsel yang telah dibantu dengan total anggaran Rp45 miliar. Di lapangan pun, setelah mendapat konfirmasi titik panas dari satelit, upaya pemadaman langsung dilakukan

"Kalau ada kebakaran hutan dan lahan kita, ada api langsung siram pakai heli. Kita sudah siap sembilan unit heli kan, jadi kita siaga terus," kata Gubernur Sumsel Herman Deru, Minggu (9/8).

Baca juga: 61 Titik Panas Diduga Karhutla Terpantau Satelit di Babel

Menurut Herman, tidak boleh ada titik api yang dibiarkan membara hingga dapat meluas. Bahkan sebagai bentuk keseriusannya, Herman telah mengucurkan dana Rp45 miliar yang peruntukannya untuk membeli peralatan pemadaman di lapangan.

"Tidak ada yang boleh dibiarkan. Segera diatasi, untuk Ogan Ilir juga sudah dibantu. Tim di lapangan juga sudah maksimal dan optimal dalam upaya memadamkan karhutla," kata dia.

Selain menyiapkan heli waterboombing di Lanud Srimulyono Herlambang Palembang, Herman meminta petugas di daerah lebih sigap. Pemadaman tidak bergantung pada helikopter waterboombing.

"Di Satgas sudah saya instruksikan jangan tunggu heli datang, heli tetap datang tetapi harus dipadamkan secara konvensional, lakukan pencegahan dan penanganan dini," tegas Herman.

Danrem 044/GAPO Brigjen TNI dan Dansatgas Operasi Karhutbunla Sumsel Jauhari mengungkapkan luas lahan gambut sebesar 1.270.421 hektare atau 16,3% dan luas lahan perkebunan 2,9 juta hektare di Sumsel.

"Mayoritas mata pencarian masyarakat bertani dan berkebun. Salah satunya dengan buka lahan perkebunan dengan membakar," ucapnya.

Saat ini, personel sudah disiapkan, serta alat utama udara di antaranya pesawat dan helikopter tipe MI-8 waterboombing. Sedangkan wilayah operasi ada 108 desa rawan yang tersebar di Sumsel.

Pihaknya pun melakukan sosialisasi secara massif, terutama untuk mencegah masyarakat membakar lahan.  Ini dilakukan satgas darat dan TNI/Polri, pemerintah, perusahaan serta komponen masyarakat di 108 desa rawan.

Lalu, monitoring dan surveillance potensi ancaman serta rutin setiap hari melaksanakan patroli dan darat udara, penegakan hukum yang menyadarkan dan membangun sistem.

"Menyiagakan pasukan reaksi cepat, menyiapkan sarana dan parasarana, potensi wilayah untuk siap dan tanggap bencana, melaksanakan pelatihan dan pengembangan inovasi teknologi tepat guna, melaksanakan optimalisasi desa tangguh/tangkal di kabupaten/kota," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT