09 August 2020, 12:37 WIB

Selandia Baru Sudah 100 Hari Bebas dari Covid-19


Basuki Eka Purnama | Internasional

SELANDIA Baru, Minggu (9/8), telah 100 hari tidak mencatatkan kasus covid-19. Meski begitu, otoritas kesehatan setempat memperingatkan agar warga tetap waspada.

Saat ini masih ada 23 kasus covid-19 namun semuanya adalah kasus impor yang terdeteksi saat pasien memasuki negara itu dan mereka langsung dikarantina di fasilitas isolasi.

"Mencaoai 100 hari tanpa transmisi lokal adalah raihan penting. Namun, kita tetap tidak boleh lengah," ujar Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru Ashley Bloomfield.

Baca juga: Kim Jong Un Kirimkan Bantuan untuk Kaesong yang Di-lockdown

"Kita telah melihat di luar negeri betapa cepat virus ini kembali muncul dan menyebar setelah sebelumnya berhasil dikendalikan. Kita harus bersiap untuk langsung mengatasi virus itu jika muncul di Selandia Baru," lanjutnya.

Selandia Baru yang berpenduduk 5 juta jiwa dipuji karena berhasil secara efektif mengatasi pandemi covid-19 sejak menutup seluruh perbatasan mereka pada 19 Maret lalu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Selandia Baru harus dijadikan contoh oleh negara lain karena berhasil mengeliminasi transmisi lokal.

Sejak pasien pertama didiagnosa pada Februari lalu, Selandia Baru mencatat adanya 1.219 kasus covid-19 dengan kasus penularan lokal terakhir tercatat pada 1 Mei lalu.

Karenanya, warga Selandia Baru bisa menjalankan kehidupan dengan normal tanpa harus menjalankan menjaga jarak sosial. Selain itu, pertandingan olahraga bisa digelar di hadapan penonton.

Untuk memastikan hal itu, pemerintah Selandia Baru menjaga perbatasan mereka dengan ketat. Para pendatang wajib dikarantina selama 14 hari. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT