09 August 2020, 11:10 WIB

Pasukan Keamanan Libanon Bentrok dengan Pemrotes Beirut


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Ribuan orang menggelar aksi protes memenuhi alun-alun utama Beirut pada Sabtu (8/8). Pasukan keamanan Libanon menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa yang melempar batu setelah mereka mencoba mencapai kawasan parlemen di pusat Kota Beirut.

Ribuan orang memenuhi alun-alun utama Beirut pada "Sabtu balas dendam". Mereka mengatakan para pejabat harus digantung karena ledakan besar pekan ini. Sementara itu, para pengunjuk rasa dan polisi antihuru-hara bentrok di dekat parlemen.

Baca juga: Demonstran di Libanon Serbu Gedung-Gedung Pemerintah

Kekerasan oleh sekelompok kecil pemuda dimulai pada awal protes antipemerintah yang direncanakan setelah ledakan mematikan di pelabuhan Beirut. Diberitakan ledakan tersebut  menghancurkan sebagian ibu kota dan menewaskan lebih dari 150 orang.

Ledakan ribuan ton amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan, yang tampaknya dipicu oleh kebakaran, adalah yang terbesar dalam sejarah Libanon. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan senilai US$10-15 miliar, menurut gubernur Beirut.

Insiden itu juga menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal. (The New Arab/OL-14)

BERITA TERKAIT