09 August 2020, 05:28 WIB

Perketat Pengawasan di Angkutan Umum


Put/Ssr/J-1 | Megapolitan

PENGAWASAN protokol kesehatan di angkutan umum diperketat menyusul akan segera diberlakukannya sanksi tilang bagi pelanggar ganjil-genap, Senin (10/8).

Pemprov DKI memilih membatasi pergerakan masyarakat selama pandemi covid-19 dengan memberlakukan pembatasan lalu lintas kendaraan pribadi dengan ganjil-genap.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani khawatir aturan ini membuat pengendara pribadi berbondong-bondong berpindah ke angkutan umum.

“Jadi tidak akan efektif kalau di halte Trans-Jakarta, terminal bus, taksi daring, taksi konvensional tidak diterapkan protokol kesehatan. Penularan pasti akan terus meningkat. Pengawasan kendaraan umum harus diperketat imbas dari pemberlakuan ganjil-genap,” kata Zita di Jakarta, kemarin.

Pemberlakuan ganjil-genap bukan barang baru di Jakarta. Kebijakan ini niat awalnya mengurangi kemacetan dan warga ditekan untuk manfaatkan fasilitas umum. Itu sudah berjalan jauh sebelum covid-19 ada di Jakarta.

“Kalau sekarang dianggap ganjil-genap membantu mengurangi penyebaran, berarti yang harus diperhatikan kendaraan umum. Pasti akan membeludak di kendaraan umum karena selain ada ganjil-genap, murah juga,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyiapkan upaya antisipasi mencegah terjadinya penumpukan penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo mengatakan akan meniadakan headway atau jarak kedatangan antarbus Trans-Jakarta. Dishub DKI Jakarta pun telah menambah 25% armada bus pada jalur-jalur Trans-Jakarta yang bersinggungan dengan sistem ganjil-genap.

“Standar minimum pelayanan Trans-Jakarta saat ini untuk headway-nya 5 sampai 10 menit. Nah, begitu ada antrean di dalam halte atau di luar halte, bus langsung bisa berangkat tanpa harus menunggu 5 menit,” kata Syafrin.

Selain itu, petugas di stasiun dan halte juga akan disiagakan untuk mengatur ritme antrean penumpang sehingga tetap menjalankan protokol kesehatan.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Dishub DKI, seluruh penumpang angkutan umum telah menerapkan protokol kesehatan covid-19, yakni menggunakan masker.

“Kita minta kapasitas halte dan stasiun disesuaikan dengan kapasitas physical distancing sehingga tidak terjadi penumpukan di stasiun atau halte Trans-Jakarta. Antreannya dipersilakan di luar dan ini sudah dikoordinasikan secara baik dengan seluruh operator angkutan,” ujar Syafrin. (Put/Ssr/J-1)

BERITA TERKAIT