09 August 2020, 04:05 WIB

Klaster Perkantoran Menjadi Perhatian Masyarakat


Fer/X-11 | Humaniora

KETUA Tim Pakar dan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan klaster perkantoran saat ini menjadi perhatian masyarakat.

“Disebut klaster apabila terjadi konsentrasi kasus di suatu tempat. Klaster yang sekarang sedang marak menjadi perhatian masyarakat adalah klaster perkantoran,” kata Wiku pada konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (7/8).

Wiku menjelaskan, munculnya klaster perkantoran dapat berasal dari permukiman atau bahkan dalam perjalanan menuju kantor. “Mereka bisa tertular di rumah atau di dalam perjalanannya menuju kantor,” jelasnya.

Ia juga menyoroti soal zona merah dan keterkaitannya dengan klaster penyebaran covid-19. “Zona merah artinya risiko peningkatan kasusnya tinggi. Bisa saja terjadi zona merah karena adanya klaster atau tidak harus ada klaster terus menjadi zona merah,” ujar Wiku.

Wiku menegaskan, perkantoran yang telah menjadi klaster hanya bisa dibuka kembali setelah prosedur keselamatan dijalankan. “Sampai dengan situasinya bisa dikendalikan, setelah semuanya bersih, sudah dilakukan tracing, kemudian hasilnya ternyata negatif. Kalau positif, disuruh isolasi mandiri. Setelah itu, baru bisa berkantor lagi,” ungkap Wiku.

Pada kesempatan yang sama, pakar kesehatan masyarakat Ascobat memaparkan tempat berkumpul massa berpotensi menjadi klaster baru. “Banyak hal baru bermunculan. Orang mencari bentuk-bentuk baru tempat berkumpul dan itu potensial menjadi klaster,” ujar Ascobat.

Untuk mencegah hadirnya klaster baru covid-19, Ascobat meminta protokol kesehatan digalakkan, terutama di perkantoran. Langkah-langkah penerapan protokol kesehatan di kantor, misalnya, memperhatikan jumlah orang dengan menyesuaikan ukuran ruangan, mematikan pendingin ruangan, menjaga sirkulasi ruangan, serta tidak berlama- lama di ruangan.

Dalam menyadarkan masyarakat akan potensi bertambahnya klaster baru, Ascobat juga menyatakan pemberian informasi kepada masyarakat harus disesuaikan dengan bahasa dan budaya lokal.

Kasus meningkat

Data Kementerian Kesehatan, kemarin, mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 total menjadi 123.503 setelah bertambah 2.277 orang. Pasien sembuh menjadi 79.306 setelah ada penambahan 1.749 orang. Selanjutnya, kasus meninggal menjadi 5.658 dengan penambahan 65 orang.

DKI Jakarta melaporkan ada 686 kasus baru dan 509 sembuh. Kemudian, Jawa Timur melaporkan 429 kasus baru dan 464 sembuh, sedangkan Jawa Barat melaporkan 240 kasus baru dan 37 sembuh. (Fer/X-11)

BERITA TERKAIT