09 August 2020, 03:30 WIB

Mesti Bangkit atau Jatuh ke Jurang Resesi


Dhk/Mir/X-8 | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo kembali menegaskan menjamin keselamatan rakyat di tengah pandemi covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah. Penanganan kesehatan terus diupayakan agar ekonomi tidak semakin dalam terkontraksi dan bisa cepat pulih.

“Pada kuartal kedua ekonomi, kita telah terkontraksi secara tajam, yaitu minus 5,32%, tetapi kita tidak boleh menyerah. Kita harus betul-betul berupaya di kuartal ketiga, kita harus bangkit. Kita bisa reborn sehingga kita tidak jatuh ke jurang resesi,” tandas Jokowi saat memberikan sambutan secara virtual pada KLB Partai Gerindra, kemarin.

Presiden mengingatkan lagi agar jangan sampai terjadi gelombang kedua wabah. Jika terjadi, itu akan sangat merepotkan upaya pemulihan ekonomi. “Jangan sampai kita masuk ke lubang kedua, second wave yang memperlambat kita untuk pulih kembali. Kuncinya ialah disiplin mejalankan protokol kesehatan.’’

Dia menambahkan, penanganan covid-19 tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga perlu memperhatikan ekonomi rakyat. Presiden mengajak semua pihak menyokong ekonomi kerakyatan, khususnya UMKM untuk mengatasi lesunya ekonomi. Caranya ialah dengan membeli produk-produk buatan dalam negeri, produk petani, produk nelayan, dan produk UMKM.

Sementara itu, Ketua Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri menilai krisis akibat pandemi covid-19 berbeda dengan krisis pada 1998 dan 2008. Kala itu, hancurnya perekonomian dimulai dari adanya krisis di sektor keuangan.

‘’Sekarang ini datangnya dari sektor riil, sektor produksi. Karena tidak ada produksi, menyebabkan sektor riil tidak bisa bekerja dan menimbulkan krisis ekonomi. Untungnya sampai sekarang sektor keuangan terjaga walaupun ada potensi peningkatan risiko yang tinggi,” tutur Yose dalam diskusi secara virtual.

Menurutnya, menjaga sektor keuangan merupakan poin krusial yang harus dilakukan pemerintah guna mencegah terjadinya permasalahan yang berkepanjangan. Kalau sampai masuk ke sektor keuangan, krisis akan berlipat-lipat beratnya untuk ditangani. (Dhk/Mir/X-8)

BERITA TERKAIT