09 August 2020, 04:05 WIB

Haji Teristimewa


Sumaryanto Bronto | Weekend

MASJIDIL Haram ialah pusat kerindu an umat muslim. Terlebih saat musim haji tiba, tidak ada harapan yang lebih besar selain memenuhi panggilan Allah SWT untuk menjalankan rukun Islam ke-5.

Namun, pandemi membuat harapan hampir semua jemaah tertunda. Demi kesehatan, pemerintah Arab Saudi memangkas jumlah jemaah yang biasanya lebih dari 2 juta orang menjadi hanya 1.000 orang.

Jemaah haji 2020 melaksanakan tawaf dengan social distancing.

 

Kuota jemaah itu pun seluruhnya hanya untuk mereka yang tinggal di Arab Saudi, yakni 70% kuota untuk warga asing dan sisa nya untuk warga negara Arab Saudi. Karena itu, mereka yang terpilih setelah melalui pendaf ntaran dan seleksi daring, menjadi haji teristimewa.

Itu bukan hanya karena pelayanan dan standar kesehatan tinggi yang diberikan pemerintah Arab Saudi. Bukan pula berarti para jemah tahun ini lebih mulia daripada jemaah sebelumnya. #Mereka menjadi istimewa karena sesungguhnya mewakili kerinduan umat dunia. Di antara kesedihan jutaan orang yang gagal berangkat, tetaplah kebahagiaan sejati melihat Baitullah masih dikelilingi mereka yang tawaf.

Penggantian kiswah, kain penutup Kabah berwarna hitam bersulam emas.

 

Begitu pula kebahagiaan yang mengalahkan rasa iri melihat saudara seiman masih dapat sai dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah, hingga melempar jamrah dan bermalam di Mina. Langkah kaki dan doa para jemaah tahun ini ialah perlambang keteguhan seluruh umat muslim pada perintah Penciptanya.

Prosesi lempar jamrah atau ramy al jumrah.

 

Pandemi memang telah membuat manusia belajar menghadapi batas-batas tersulit. Maka haji 2020 ialah keberhasilan seluruh umat muslim dalam menghadapi batas-batas itu. (M-1)

 

BERITA TERKAIT