08 August 2020, 20:09 WIB

Penambahan 721 Kasus Covid-19 di Jakarta, Jakut Tertinggi


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PROVINSI DKI Jakarta melaporkan penambahan kasus positif covid-19 sebanyak 721 sehingga total jumlah penderita mencapai angka 25.242. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Jakarta Weningtyas Purnomorini.

Kasus tersebut tersebar di berbagai daerah di Ibu Kota. Jumlah kasus terbanyak ada di Jakarta Utara sebanyak 189, di Jakarta Pusat mencapai 111 kasus, Jakarta Barat 34 kasus, Jakarta Selatan 56 kasus, Jakarta Timur 99 kasus, Kepulauan Seribu 10 kasus.

Baca juga: Hampir 22 Ribu Warga Jakarta Terinfeksi Covid-19

Weningtyas menambahkan, luar DKI Jakarta namun masih dimasukkan ke dalam data DKI Jakarta sebanyak 44 kasus. "Dan yang belum diketahui asalnya sebanyak 178," ujar dia dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (8/8/2020).

Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta terus memasifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat agar dapat segera melakukan tindakan isolasi atau perawatan secara tepat sehingga memperkecil potensi penularan covid-19.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat telah dilakukan tes PCR sebanyak 6.914 spesimen. Dari jumlah tersebut, 5.994 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru. Hasilnya 721 positif dan 5.273 negatif.

Dari 721 kasus positif, sambungnya, 128 kasus adalah akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 42.665. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 47.106.

Ia menjelaskan, WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu atau 1.521 orang per hari.

Baca juga: Kemenkes: Antivirus Satu-satunya Obat Covid-19

"Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah empat kali lipat standar WHO," imbuhnya.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,4%, sedangkan Indonesia sebesar 15,5%. Angka 7,4% ini masih di atas batas ideal WHO sebesar 5%. (Put/A-3)

BERITA TERKAIT