08 August 2020, 18:30 WIB

Milad ke-45, Wapres Minta MUI Terus Jadi Agen Perubahan


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden K.H Ma'ruf Amin meminta supaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) mampu berperan sebagai agen perbaikan dan perubahan sehingga menjadi inspirasi dan memperjuangkan kepentingan umat, baik masalah keagamaan maupun kemasyarakatan.

“Kita harus membangun zona perbaikan, pulau-pulau perbaikan, di mana-mana. Oleh karena itu, jangan sampai MUI hanya bisa melakukan ijtimaat-ijtimaat saja, tetapi juga harus melakukan zona-zona perbaikan di berbagai tempat,” ujar Wapres dalam acara Milad ke-45 MUI yang dilaksanakan secara virtual dari kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro No 2 Jakarta, Jumat (7/8) malam.

Wapres mengungkapkan rasa syukurnya bahwa MUI tetap diberikan kepercayaan yang begitu besar oleh masyarakat. Fatwa MUI, lanjut Wapres, mendapat kepercayaan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga diluar negeri. Selain itu, standar halal oleh MUI dijadikan standar pada lebih dari 51 negara di dunia, termasuk negara-negara di Amerika, Eropa, Australia, Asia, dan Afrika.

“Kepercayaan ini juga karena MUI tetap berjalan di atas tarikatil ulama dalam memecahkan masalah selalu menggunakan bahasa ulama, pendekatan ulama, dan cara-cara ulama sehingga MUI memperoleh kepercayaan yang luar biasa itu,” terang Wapres yang juga merupakan ketua umum MUI nonaktif.

Wapres menegaskan bahwa MUI merupakan mitra pemerintah, bukan alat pemerintah apalagi musuh pemerintah. Oleh karena itu, ia berharap MUI harus terus meletakkan posisi agar fatwa dan tausiahnya menjadi hal yang dapat dipercaya masyarakat.

“Hal ini harus kita jaga jangan sampai MUI mengalami defsit kepercayaan. Selama ini pemerintah dan banyak pihak telah memberikan posisi yang sangat tinggi dan strategis kepada MUI,” tutur Wapres.

Wapres juga menyampaikan bahwa MUI perlu menjaga yang sudah dicapainya dan berupaya memperbaiki umat. “Umat bermacam-macam ada yang berada di ormas, partai politik, pemerintahan dan ada di berbagai lapisan masyarakat. Maka MUI harus bisa menjadi tempat mengadu, penyampaian aspirasi dari umat," ucapnya.

Lebih jauh Wapres menyampaikan apresiasi atas keutuhan MUI hingga saat ini. Menurutnya, itu karena MUI memiliki anggota yang berasal dari berbagai organisasi masyarakat Islam.

“Saya berharap tentu jangan sampai seperti perhimpunan yang ada sebelumnya tapi kemudian tidak berlanjut karena adanya perpecahan dan adanya selisih paham di antara para tokoh umat,” pesan Wapres mengingatkan.

Wapres menilai MUI berhasil membangun kesamaan pandangan dan toleransi terhadap perbedaan pendapat. “Maka jangan sampai MUI mengalami nasib yang sama seperti perhimpunan atau persatuan umat pada masa yang lampau,” jelas Wapres.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, MUI diharapkan ikut berpartisipasi menjaga umat dari dua dharar (bahaya) baik penyakitnya maupun dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Wapres mengingatkan bahwa tantangan ke depan MUI akan sangat berat yakni menjaga keutuhan, menghadapi tantangan upaya perbaikan, melayani umat, menjaga kepercayaan, dan penguatan MUI. Oleh itu, Wapres menilai perlu MUI perlu penguatan di segala bidang.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan apresiasi kepada MUI atas kiprahnya selama 45 tahun sebagai mitra pemerintah yang tiada henti terus berupaya memajukan umat dan membantu pemerintah dalam memecahkan berbagai permasalahan umat di Indonesia. (P-2)

BERITA TERKAIT