08 August 2020, 17:05 WIB

Perawat Meninggal Akibat Korona, Puskesmas di Tuban Ditutup


Ahmad Yakub | Nusantara

Pemerintah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akhirnya menutup Puskesmas dan dua pasar tradisional di Kecamatan Singgahan setelah seorang perawat dan satu warga di Kecamatan Singgahan meninggal karena terpapar korona.

Pemkab juga mengkarantina semua petugas Puskesmas Kecamatan Singgahan.

Camat Singgahan, Gaguk Ariyanto mengungkapkan, penutupan sebagai antisipasi setelah adanya 2 kasus meninggal dunia akibat covid-19. "Untuk penutupan puskesmas mengacu dari Surat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban," kata Gaguk, Sabtu (8/8) siang.

Baca juga: Dana BLT Covid-19 Sikka Sebesar Rp161 Juta Dicuri

Sedangkan, penutupan pasar Mulyoagung dan Tunggulrejo merupakan hasil kesepakatan antara Forkopimca, Perangkat Desa, BPD, dan Penanggung Jawab Pasar.

Ia juga menambahkan, penutupana juga ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan mencegah penularan covid-19 di Kecamatan Singgahan.

Di Kecamatan Singgahaan terdapat 3 pasien terkonfirmasi positif. Satu pasien diketahui sering melakukan interaksi di pasar Mulyoagung, sedangkan dua pasien lainnya di pasar Tunggulrejo. Adapun Penutupan sementara pasar akan mulai dilakukan mulai 10-15 Agustus 2020 mendatang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyati menambahkan, Pemkab juga mengambil sejumlah langkah untuk memutus mata rantai sebaran korona.

Di antaranya, akan menerapkan karantina mandiri pada semua petugas kesehatan di Puskesmas Singgahan. Dan seluruh ruangan Puskesmas akan dilakukan desinfeksi.

"Bagi masyarakat yang butuh pelayanan kesehatan dapat datang ke Puskesmas Parengan, Senori atau Bangilan," pungkasnya.

BERITA TERKAIT