08 August 2020, 14:00 WIB

Jokowi: Bangkit atau Jatuh ke Jurang Resesi


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan upaya menjamin keselamatan rakyat dalam menghadapi wabah virus korona tetap menjadi prioritas pemerintah. Prioritas penanganan kesehatan terus diupayakan agar ekonomi tidak semakin dalam terkontraksi dan bisa cepat pulih.

"Pada kuartal kedua ekonomi kita telah terkontraksi secara tajam yaitu minus 5,32%, tapi kita tidak boleh menyerah kita harus betul-betul berupaya di kuartal ketiga kita harus bangkit, kita bisa reborn sehingga kita tidak jatuh ke jurang resesi," ucap Jokowi dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, Sabtu (8/8).

Presiden kembali mengingatkan agar jangan sampai terjadi gelombang kedua wabah. Pasalnya, gelombang kedua akan merepotkan upaya pemulihan ekonomi. Presiden pun menekankan pentingnya disiplin protokol kesehatan.

"Jangan sampai kita masuk ke lubang ke dua, second wave yang memperlambat kita untuk pulih kembali. Kuncinya adalah disiplin mejalankan protokol kesehatan," ujarnya.

Baca Juga: Realisasi Investasi di Jakarta Tertinggi Nasional

Jokowi juga mengatakan penanganan covid-19 tidak hanya pada penanggulangan kesehatan namun perlu memperhatikan ekonomi rakyat. Presiden mengajak agar senua pihak menyokong ekonomi kerakyatan khususnya UMKM untuk mengatasi lesunya ekonomi sejak pandemi berlangsung.

"Ekonomi rakyat, ekonomi UMKM itu juga harus kita bangun bangkitkan. Roda perekonomian harus bisa kita gerakan lagi dengan cara apa, dengan cara membeli produk-produk buatan dalam negeri, memberi produk-produk petani, membeli produk nelayan, membeli produk UMKM.

Dengan cara membeli produk-produk dalam negeri itu, imbuh Presiden, produksi petani, produksi nelayan, produksi UMKM akan ikut bergerak.

"Yang kita harapkan menjadi daya ungkit bukan hanya pada penguatan daya beli petani ,nelayan, dan umkm tapi akan menjadi mesin penggerak bagi pertumbuhan ekonomi nasional bagi kuartal ketiga ini," ucapnya. (OL-13)

BERITA TERKAIT