08 August 2020, 12:18 WIB

Bareskrim Tahan Anita Agar Tidak Kabur dan Hilangkan Barang Bukti


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

BADAN Reserse Kriminal Polri telah menahan eks pengacara terpidana kasus hak tagih Bank Bali Joko Tjandra, Anita Kolopaking. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono, hal itu dilakukan agar Anita tidak melarikan diri.

"Pertimbangan penyidik sebagai syarat subjektif adalah agar yang bersangkutan tidak melarikan diri," kata Awi melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/7).

Lebih lanjut, Awi juga mengatakan alasan penahanan tersebut yakni agar Anita tidak menghilangkan barang bukti. Awi menegaskan hal tersebut telah diatur sesuai Kitab Udang-undang Hukum Acara Pidana.

"Agar tidak mengulangi perbuatannya (tindak pidana), dan agar tidak menghilangkan barang bukti, semua sudah diatur dalam Pasal 21 Ayat (1) KUHAP," terang Awi.

Sebelumnya, Anita datang ke Gedung Bareksrim Polri pada Jumat (7/8). Ia resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan sampai pukul 04.00 WIB. Awi menyebut bahwa penyidik mencecar Anita dengan 55 pertanyaan.

"Pagi ini tanggal 8 Agustus 2020 sampai dengan 20 hari ke depan yang bersangkutan ditahan di Rutan Bareskrim Polri," tandas Awi.

baca juga: Anita Kolopaking Ditahan di Rutan Bareskrim

Anita diduga membantu Joko dalam membuat surat sakti agar mantan kliennya dapat mengurus KTP-el dalam permohonan PK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia juga diketahui menjadi perantara antara Joko dengan Brigjen Prasetijo.

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menetapkan Anita sebagai tersangka pada Kamis (30/7) lalu. Anita dijerat dengan Pasal 236 Ayat 2 KUHP dan atau Pasal 223 KUHP. (OL-3)

BERITA TERKAIT