08 August 2020, 10:13 WIB

Sarri Marah Ditanya Masa Depannya di Juventus


Akmal Fauzi | Sepak Bola

JUVENTUS gagal lolos ke perempatfinal usai gagal mengejar defisit gol dari Olympique Lyon di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Kini masa depan Maurizio Sarri dipertaruhkan di kursi pelatih seperti yang diberitakan sebelumnya. Bianconeri hanya mampu menang 2-1 dalam duel leg kedua, Sabtu (8/8) dini hari WIB di Allianz Stadium. Mereka tetap tersisih karena gol tandang. Pada pertemuan di leg pertama, Juventus hanya unggul 1-0 di Stadion Parc Olympique Lyonnais, akhir Februari 2020.

Spekulasi telah berkembang mengenai posisi Sarri yang terancam dipecat meski sukses membawa Juventus memenangkan Scudetti Serie A yang kesembilan secara beruntun bulan lalu. Sarri marah ketika ditanya mengenai masa depannya di Turin. Ia menegaskan bahwa manajemen Juventus akan membuat keputusan tentang dirinya berdasarkan penilaian musim ini secara menyeluruh.

Sarri menambahkan bahwa meski pun dirinya tidak secara langsung tersinggung dengan rumor pemecatan, tapi justru menjadi sebuah penghinaan bagi manajemen klub.

"Saya tidak berpikir jajaran level atas manajemen klub akan membuat keputusan berdasarkan satu pertandingan," kata pelatih 61 tahun itu.

"Mereka akan mengevaluasi berdasarkan satu musim penuh. Saya merasa pertanyaan semacam ini (soal pemecatan) sangat menyinggung, bukan terhadap saya, melainkan manajemen klub," lanjutnya.

baca juga: Menyingkirkan Juve Momen Terbaik Bagi Rudi Garcia

Sementara, bagi pelatih Olympique Lyon, Rudi Garcia, menyingkirkan Juventus dari Liga Champions merupakan hal yang membanggakan selama kariernya sebagai pelatih.   

"Ini merupakan momen-momen paling memuaskan dalam karier saya, dan menyingkirkan Juventus benar-benar menjadi pencapaian bagus," kata Rudi Garcia.

Hasil itu juga membuat Lyon menjadi tim Prancis pertama yang mampu menyingkirkan Juve di fase gugur Liga Champions. (Goal/OL-3)

BERITA TERKAIT