08 August 2020, 06:57 WIB

Aksi Ambil Untung Emas Anjlok 41 Dolar


Antara | Ekonomi

HARGA emas anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu, 8/8 pagi WIB), menghentikan reli pemecahan rekor beberapa hari terakhir setelah laporan pekerjaan AS yang lumayan mengangkat dolar AS. Tetapi pandemi yang memburuk membuat harga tetap di jalur untuk kenaikan mingguan terpanjang mereka dalam sekitar satu dekade.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, terperosok 41,4 dolar AS atau 2,00 persen menjadi ditutup pada 2.028,00 dolar AS per ounce. Harga emas berjangka melonjak 20,1 dolar AS atau 0,98 persen menjadi 2.069,40 dolar AS sehari sebelumnya (6/8).
  
Emas berjangka terangkat 28,3 dolar AS atau 1,4 persen menjadi 2.049,30 dolar AS pada Rabu (5/8), setelah melambung 34,7 dolar AS atau 1,75 persen menjadi 2.021,00 dolar AS pada Selasa (4/8), dan naik tipis 0,4 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.986,3 dolar AS pada Senin (3/8).
  
"Dolar rebound cukup kuat setelah laporan pekerjaan. Itu jelas menyebabkan aksi jual di seluruh papan di sektor logam," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.
  
"Proses pemikirannya adalah dengan jumlah pekerjaan yang sedikit lebih baik dari perkiraan, ekonomi perlahan mendapatkan kembali pijakannya. Dan secara hipotetis, kami kemudian akan melihat kebutuhan yang lebih rendah untuk stimulus," lanjutnya.
  
Dolar rebound dari posisi terendah dua tahun setelah data payrolls atau angka penggajian non-pertanian AS menunjukkan 1,763 juta orang dipekerjakan pada Juli, lebih baik dari perkiraan. Meski lebih rendah dibandingkan rekor kenaikan 4,791 juta pada Juni, serta karena ketegangan terbaru Amerika Serikat-Tiongkok. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 10,2 persen pada Juli dari penyesuaian 12 persen pada Juni. Harga emas tertekan lebih lanjut oleh kebuntuan dalam pembahasan rancangan undang-undang bantuan baru virus korona atau stimulus ekonomi berikutnya di Kongres AS.

baca juga: Pecahkan Rekor, Harga Emas di AS Tembus Rp1 juta per Gram
  

"Begitu mereka menyetujui stimulus, itu akan menjadi bearish bagi dolar. Ekonomi global masih sangat goyah dan sebagai akibatnya kami akan mendapatkan lebih banyak uang murah. Jadi semua itu adalah penarik bagi emas. Harga emas masih bisa mengakhiri tahun ini di kisaran 2.200- 2.300 dolar AS," kata Analis EDF Man Capital Markets, Edward Meir. (OL-3)

 


  
 

BERITA TERKAIT