08 August 2020, 06:38 WIB

Menepis Kesalahpahaman Mengenai Thermo Gun, Ini Penjelasannya


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

SALAH satu gejala infeksi virus SARS-CoV-2 adalah demam atau peningkatan suhu tubuh. Ini melatarbelakangi pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun saat individu akan memasuki kawasan kantor atau fasilitas umum. Beberapa waktu lalu publik sempat dihebohkan mengenai isu thermo gun yang dapat merusak sel otak manusia karena memancarkan laser.

Kesalahpahaman mengenai thermo gun dibantah oleh Tim Pakar dan Dokter Muda Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dr Shela Rachmayanti. Ia menjelaskan bahwa thermo gun merupakan alat pengukur temperatur tubuh yang umumnya diarahkan ke dahi, tanpa ada kontak dan hasilnya cepat. 

"Sekali lagi, thermometer ini tidak mengeluarkan sinar yang bisa mengeluarkan radiasi. Jadi tidak berbahaya untuk otak maupun syaraf yang ada di mata," kata Shela saat dialog di Media Center Satuan Tugas Nasional, Jakarta (7/8).

Ia juga menjelaskan pengukuran suhu menjadi penting di masa pandemi ini karena suhu tubuh merupakan gejala yang paling mudah untuk dilihat dan diukur dibanding gejala lainnya yaitu batuk kering, sesak nafas, rasa lemah atau nyeri sendi.  

"Suhu tubuh penting untuk diukur sebagai salah satu penapisan pada setiap kondisi. Terutama saat masuk-masuk ke tempat umum. Nah, suhu tubuh normal itu biasanya di kisaran 36,5- 37,5 derajat celcius lebih dari itu kita perlu waspada," tambah dokter Shela.

Pada kesempatan yang sama, Tim Pakar dan dokter muda Satgas Covid-19 dr Budi Santoso menjelaskan mengenai tujuan pengukuran suhu tubuh yaitu untuk mengetahui suhu sumbu tubuh yang berada di bagian dalam atau core body temperature

"Pengukuran core body temperature dapat diukur dari dahi, lubang telinga, rongga mulut, ketiak, dan dubur yang menjadi titik ideal dalam pengukuran suhu tubuh karena paling mendekati dengan core body temperature," jelas dokter Budi.

baca juga: Munculnya Klaster Perkantoran Dari Perjalanan Karyawan

Ia juga menegaskan adanya pendapat bahwa pengukuran suhu tubuh di pergelangan tangan atau kaki diangga tidak ideal dan hasilnya kurang akurat.

"Kita bisa lihat perbedaan antara pada bagian kepala dan juga pada bagian tangan dan kaki. Dimana suhu tubuh pada bagian tangan dan kaki kalau diukur suhunya itu sudah jauh dari suhu sumbu tubuh atau core body temperature.Jadi hasil suhu tubuh yang dihasilkan dari pemeriksaan itu jadi tidak akurat lagi," pungkas dr Budi.(OL-3)

BERITA TERKAIT