08 August 2020, 04:35 WIB

UMKM Mulai Menggeliat Kredit Ikut Meningkat


Media Indonesia | Ekonomi

UPAYA pemerintah untuk membangkitkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai memberikan efek positif.

Saat ini, aktivitas ekonomi di sentra-sentra UMKM sudah mulai menggeliat kembali sehingga perlu dukungan agar terjadi akselerasi pemulihan aktivitas bisnisnya.

Salah satu indikator menggeliatnya UMKM ialah restrukturisasi kredit yang dilakukan BRI pada Juni mulai melandai jika dibandingkan dengan April dan Mei.

“Sebagai gambaran, April dan Mei lalu fokus aktivitas tenaga pemasar mikro BRI, yakni 80% restrukturisasi kredit dan sisanya 20% ekspansi kredit. Memasuki Juni, kondisinya mulai berbalik menjadi 76% ekspansi kredit dan restrukturisasi kredit hanya sebesar 24%,” urai Direktur Bisnis Mikro BRI Supari dalam keterangan resmi, kemarin.

Aktivitas ekonomi yang dilakukan pelaku UMKM membuat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) BRI pun menjadi kencang kembali.

Hingga semester I 2020, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp56 triliun kepada 2 juta nasabah, dengan 59,3% di antaranya disalurkan ke sektor produksi.

Angka ini setara dengan 47% dari target penyaluran KUR yang di-breakdown pemerintah kepada BRI pada 2020 sebesar Rp120,2 triliun. “Penyaluran KUR BRI saat ini sudah on track dan kami optimistis mampu memenuhi target dari pemerintah,” imbuh Supari.

BRI pun terus melakukan terobosan untuk mendukung percepatan pemulihan UMKM. Yang terbaru, perseroan meluncurkan skema pinjaman baru yang diberi nama Kupedes Bangkit.

Kupedes Bangkit merupakan Kupedes dengan fitur khusus, yaitu pemberian grace period pembayaran pokok selama 6 bulan pertama sehingga nasabah cukup membayar bunga saja. Tujuan diberikannya grace period ialah agar debitur dapat mengoptimalkan tambahan modal untuk fokus meningkatkan kembali kapasitas usahanya. Selain itu, untuk semakin meringankan beban para pelaku UMKM, Kupedes Bangkit juga bebas provisi dan administrasi. Manfaat Kupedes Bangkit telah dirasakan Misyanti, seorang pelaku usaha mikro di Semarang, Jawa Tengah.

Dari Kupedes Bangkit, ibu dua anak yang menjalankan usaha gas elpiji dan air isi ulang itu mendapatkan tambahan modal untuk terus memutar roda ekonomi usahanya.

Misyanti bahkan mendapat keringanan berupa pembayaran bunga pinjaman selama 6 bulan. (RO/E-3)

BERITA TERKAIT