08 August 2020, 04:20 WIB

Digitalisasi Pertahankan Eksistensi


Emir Chairullah | Ekonomi

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin mendorong seluruh pelaku ekonomi syariah makin dekat dengan teknologi digital. Mereka harus makin cepat beradaptasi dengan transaksi daring (online) untuk menjawab berbagai perubahan akibat pandemi covid-19.

“Pelaku ekonomi syariah harus menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut sehingga pemanfaatan teknologi digital dan transaksi online menjadi mutlak diperlukan,” tegas Wapres ketika membuka Kick-Off Festival Ekonomi Syariah dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang ke-7 tahun 2020 melalui konferensi video, kemarin.

Ma’ruf mengingatkan, memanfaatkan kemajuan teknologi informasi ialah cara para pelaku ekonomi syariah mempertahankan eksistensi mereka di kondisi saat ini. Pemerintah pun saat ini sudah membuat penguatan institusi dan kelembagaan ekonomi syariah. Penguatan kelembagaan itu dilakukan dengan membuat Peraturan Presiden Nomor 28/2020 tentang Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) guna memperluas cakupan perpres sebelumnya, yang tadinya hanya mencakup keuangan syariah, kini menjadi ekonomi dan keuangan syariah.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya mendorong akselerasi digitalisasi pengembangan ekonomi keuangan syariah sebagai kekuatan dalam perekonomian Indonesia pada masa pandemi covid-19.

“Kita terus perkuat sinergi membangun peradaban baru itu (ekonomi keuangan syariah digital),” kata Perry. #Menurut dia, ajang Festival Ekonomi Syariah dan ISEF bisa jadi momentum mengakselerasi pemberdayaan ekonomi syariah dalam membangun mata rantai ekonomi halal.

Dalam tiga bulan mendatang, Festival Ekonomi Syariah akan dipusatkan di NTB untuk wilayah timur pada Agustus ini, kemudian wilayah barat di Sumatra Barat pada September, kemudian di Jawa Timur pada Oktober 2020.

Sejumlah kegiatan diadakan di antaranya 22 pertemuan virtual, 15 pelatihan bisnis, 500 ekshibisi, 10 pameran, dan tujuh kompetisi nasional.


Berbasis ponpes

Di kesempatan terpisah, Deputi Koordinasi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyatakan, replikasi pondok pesantren akan terus dilakukan untuk mengembangkan implementasi ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Tujuannya ialah guna meningkatkan keuangan syariah yang inklusif.

“Implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasiskan pondok pesantren ini dilaksanakan sebagai salah satu wujud nyata bentuk adaptasi kebiasaan baru menghadapi pandemi covid- 19,” ujarnya dalam siaran pers, kemarin.

Untuk tahap awal, lanjut Iskandar, kegiatan replikasi akan dilakukan di pondok=pondok pesantren mitra Bank BNI Syariah dan Barisan Ulama Muda Indonesia (BUMI). Bentuk replikasi yang dimaksud, seperti implementasi QRIS dan kartu santri digital. (Hld/Mir/E-2)

BERITA TERKAIT