08 August 2020, 05:06 WIB

Berharap Tuah Diego Maradona


Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola

TIDAK salah apabila Diego Maradona dianggap sebagai ‘Dewa’ oleh masyarakat Napoli. Mahabintang sepak bola asal Argentina itu mengangkat Gli Azzuri dari klub sepak bola emperan menjadi klub papan atas bukan hanya di Italia, tetapi di dunia.

Maradona dianggap alien oleh orang Napoli. Seakan ia diturunkan untuk mengangkat Napoli ke posisi paling tinggi. Tidak usah heran apabila ia lebih terkenal dari gubernur sekalipun. Ia sungguh warga kehormatan yang tidak ada celanya. Di mata orang Napoli, hanya ada seorang ‘santo’, yaitu Diego Armando Maradona.

Kota pelabuhan di selatan Italia itu memang menjadi masyhur sejak kedatangan Maradona dari Barcelona pada 1984. Dengan bakat yang luar biasa tidak pernah ada yang menyangka Maradona akan memilih Napoli sebagai tempat berlabuh. Apalagi di Italia saat itu banyak klub besar, seperti Juventus, AC Milan, Internazionale Milan, atau AS Roma. Namun, Maradona melakukan itu.

Tiga tahun di Napoli, Maradona membawa klub itu menjadi juara Seri A. Tidak hanya sampai di situ, dua tahun kemudian ia mempersembahkan Piala UEFA untuk para tifosi Napoli. Saat menjelang Piala Dunia 1990 di Italia, Maradona sekali lagi mempersembahkan gelar juara Seri A untuk pecintanya di Napoli.

Ajang Piala Dunia 1990 menjadi titik balik hubungan Maradona dengan para tifosi Napoli. Maradona dianggap musuh bersama setelah menggagalkan mimpi rakyat Italia mengangkat Piala Dunia di negaranya. Argentina yang di pimpin Maradona menghentikan langkah tim Azzurri di semifinal yang digelar di Stadion San Paolo, Napoli.

Berbagai kasus pidana seperti penggunaan kokain dikaitkan dengan Maradona. Maha bintang sepak bola itu pun kemudian menjadi ‘pariah’ di mata tifosi Napoli. Sam pai akhirnya Maradona harus hengkang dari Gli Azzurri dan prestasi Napoli pun ikut meredup.

Napoli baru bangkit kembali di 2004 setelah produser film kenamaan Italia, Aurelio de Laurentiis, mengambil alih kepemilikan. Putra dari Luigi de Laurentiis dan keponakan produser film King Kong Dino de Laurentiis ini memasukkan manajemen andal sehingga prestasi klub pun lebih stabil.

Tiga kali Napoli memenangi Copa Italia 2012, 2014, dan 2020 sejak dipegang Aurelio. Kini Gli Azzurri mengincar gelar yang belum pernah mereka rebut, yakni Piala Champions.

Tidak mudah

Memang perjalanan untuk merebut Piala Champions bagi Napoli ibarat mission impossible. Mengapa? Karena lawan yang harus mereka hadapi di babak 16 besar ialah klub raksasa dunia, Barcelona. Pada pertandingan pertama sebelum pandemi covid-19, mereka dipaksa bermain imbang 1-1. Padahal, pertandingan itu digelar di Stadion San Paolo.

Namun, bukan Napoli kalau mudah untuk menyerah. Mereka selama ini selalu menja di underdogs. Dengan posisi itu, mereka ternyata malah bisa bermain lebih bebas dan kemudian membuat kejutan besar.

Napoli merupakan klub pertama yang bisa mengalahkan Liverpool di musim kompetisi 2019/2020 ini. Mereka membungkam ‘si merah’ di pertandingan penyisihan perdana Liga Champions 2-0 melalui gol Dries Mertens dan Fernando Llorente.

Pada pertandingan kedua Sabtu malam besok di Camp Nou, Napoli kembali mengandalkan Mertens untuk membuat sejarah besar. Barcelona tidak pernah terkalahkan di kandang dalam tujuh musim kompetisi Liga Champions. Napoli ingin membuat sejarah sebagai tim pertama yang bisa melakukan itu.

“Kami tentu ingin menuliskan halaman yang penting dalam sejarah kami. Kami akan memperlihatkan sebuah kualitas permainan yang tinggi dan menghadapi klub sekelas Barcelona. Kita harus berani mengambil semua risiko,” kata Pelatih Napoli, Gennaro Gattuso.

Sayangnya, pada pertandingan penting nanti, Mertens tidak bisa berduet dengan Lorenzo Insigne yang mengalami cedera paha. Gattuso berharap gelandang asal Spanyol Fabian Ruiz bisa menopang permainan penyerang asal Bel- gia sebagai ujung tombak.

Ruiz bersama Piotr Zielinski dan Diego Demme harus bekerja keras untuk memenangi lapangan tengah. Apabila mereka bisa kompak menggalang kekuatan di lapangan tengah, akan mengurangi beban barisan belakang untuk tidak dibombardir trio penyerang Barca.

Napoli dipastikan harus kehilangan Nicola Maksimovic sebagai palang pintu di belakang. Center-back asal Serbia itu masih dibalut cedera lutut. Sebagai gantinya, Gattuso memiliki Kalidou Koulibaly yang absen pada pertandingan pertama.

Pekerjaan yang tidak kalah berat harus dipikul dua bek sayap, Mario Rui dan Giovanni Di Lorenzo, karena Barca sangat kuat menyerang dari sayap. Apabila Rui dan Di Lorenzo cekatan untuk mengawal daerah, ini akan meringankan kerja kiper David Ospina.

Mengerikan

Meski gagal mempertahankan gelar juara La Liga, Barcelona tetap merupakan tim yang mengerikan. Kehadiran pemain terbaik dunia Lionel Messi bisa mengubah pertandingan.

Apalagi Luis Suarez yang absen di pertandingan pertama sudah benar-benar pulih dari cedera. Ditambah penyerang asal Prancis Antoine Griezmann, Barca memiliki trisula yang menakutkan.

Persoalan yang harus dipecahkan pelatih Quique Setien ialah formasi di lapangan tengah. Pasalnya, Sergio Busquets dan Arturo Vidal tidak bisa tampil karena larangan bermain. Selain itu, center-back Samuel Umtiti harus absen karena cedera.

Barcelona tinggal mengantungkan nasib kepada Ivan Rakitic. Bersama gelandang asal Belanda Frenkie de Jong dan Clement Lenglet, Rakitic menjadi andalan untuk mengalirkan bola kepada trisula andalan mereka. Dukungan dua bek sayap juga menentukan aliran serangan Barca. Jordi Alba dan Sergio Roberto mempunyai kapasitas untuk membawa Barca mengembangkan sepak bola menyerang.

Dengan pressure football yang menjadi kekuatan Napoli, memang tidak mudah bagi Barca untuk mengembang- kan gaya tiki-taka. Setidaknya dibutuhkan kreativitas yang lebih dari biasanya apabila Barca tidak ingin terjerembab oleh Napoli.

Lawan terberat Barcelona ialah diri mereka sendiri. Konflik internal di tubuh manajemen Barca dan ketidakpercayaan terhadap kepemimpinan Setien menjadi penyebab tidak konsistennya penampilan Blaugrana di musim kompetisi ini.

Apalagi, kalau tuah Maradona hadir di Camp Nou besok, bukan mustahil Napoli akan membuat kejutan besar. Barcelona membutuhkan keajaiban terrestrials Messi untuk mempertahankan rekor 34 kali tidak terkalahkan di stadion kebanggaan mereka.

BERITA TERKAIT