08 August 2020, 00:14 WIB

Poster Karya Wakil Indonesia Raih Medali Emas di Jepang


Syarief Oebaidillah | Humaniora

PERWAKILAN Indonesia di ajang 21st International High Schools Arts Festival (IHSAF), Nila Eleona Putri Sianturi sukses merebut medali emas pada perhelatan yang digelar 5-6 Agustus di Tokyo, Jepang itu.

Festival yang digelar International Foundation for Arts and Culture (IFAC).itu diikuti 18 negara untuk kategori poster dan lukisan. Selain kategori tersebut, terdapat kategori seni dan budaya Jepang. Pada kategori poster dan lukisan, setiap negara mengirim maksimal empat nominasi karya terbaik kepada IFAC untuk kemudian dipilih satu pemenang dari setiap negara untuk hadir pada acara penganugerahan pemenang.

Peserta yang mengikuti kompetisi IHSAF harus melewati proses seleksi dari negara masing-masing. Nila Eleora Putri Sianturi dari SMAN 68 Jakarta yang terpilih untuk mewakili Indonesia pada ajang IHSAF tahun ini setelah meraih medali emas pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Bandar Lampung.

Sebelum bulan Agustus 2020, seluruh peserta dari setiap negara harus terlebih dahulu mengirimkan desain karya seninya dalam bentuk artwork asli dan softcopy ke panitia penyelenggara. Selanjutnya panitia melakukan proses penilaian dan kurasi karya seni dari seluruh peserta yang masuk.

Mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, pihak panitia menyelenggarakan acara pembukaan sekaligus penganugerahan karya seni melalui kanal virtual pada 5 Agustus 2020. Setelah acara penganugerahaan penghargaan, seluruh karya seni dipamerkan melalui ajang eksibisi pameran IHSAF sampai dengan tanggal 16 Agustus 2020 di Tokyo, Jepang.

Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas) Kemendikbud, Asep Sukmayadi mengatakan Indonesia merasa terhormat dapat mengikuti ajang festival internasional.

“Selain di bidang sains, kita harus mengembangkan bidang lainnya seperti seni budaya dan olahraga sesuai dengan prinsip olah pikir, olah rasa, olah hati dan olahraga,” ungkap Asep.

Baca juga : LIPI Kembangkan Perangkat Monitoring Ekosistem Mangrove

Kegiatan IHSAF, lanjut Asep, harus dipandang bukan hanya sebagai kesempatan berharga untuk memperkuat hubungan persahabatan, memperluas jaringan, melainkan juga untuk memajukan kerja sama global dalam pembangunan pendidikan, seni dan budaya dunia yang berkualitas dan berkelanjutan.

Nila mengaku bangga mendapatkan penghargaan di ajang internasional.

“Saya sangat bangga bisa mewakili Indonesia dalam Festival ini, apalagi ajang ini diikuti berbagai negara dari beberapa benua. Walaupun kita masih dalam masa pandemi Covid-19, tetapi saya sangat senang masih bisa memiliki kesempatan untuk berprestasi dari rumah dan bisa membawa nama sekolah dan provinsi saya, apalagi mewakili Indonesia” ujar Nila.

Acara puncak yang dinantikan adalah pemberian penghargaan medali untuk para pemenang. Masing-masing pemenang dari berbagai negara memberikan pidato selama kurang lebih satu menit untuk menjelaskan makna dari karya mereka.

Karya poster Nila mengusung tema “Jangan Biarkan Mereka Terlalu Lama Tidur di Jalan” (Don’t Let Them Lay on the Streets for Too Long). Tema ini memberikan makna bahwa masalah terbesar di masyarakat adalah anak jalanan, anak-anak miskin dan tidak memiliki rumah serta hidup di jalanan.

“Mereka harus mengemis, mengamen, bekerja, atau mencuri untuk bertahan hidup. Banyak anak jalanan yang tidak dapat menerima pendidikan yang layak karena keadaan ekonomi yang buruk. Bahkan, mereka sering menjadi korban pelecehan dan eksploitasi. Hingga yang tertindas terlindas. Itulah yang saya pikirkan ketika membuat konsep poster ini,” jelas Nila.

Anak jalanan, kata Nila, memerlukan perhatian bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari semua pihak. Mereka membutuhkan simpati dan berhak mendapatkannya tetapi banyak orang yang masih tidak peduli dan mengabaikan mereka. Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat lebih peduli terhadap anak jalanan dan masa depan mereka. (OL-7)

BERITA TERKAIT