08 August 2020, 03:45 WIB

Belgia Sambut Ekspor Mebel Indonesia


MI | Internasional

DALAM rangka mengidentifikasi tantangan dan peluang ekspor kayu dan produk kayu ke Uni Eropa, khususnya ke Belgia, KBRI Brussels bekerja sama dengan Forum Komunikasi Masyarakat Per hutanan (FKPMI) menyelenggarakan Indonesia-Belgium Virtual Business Meeting on Wood Products and Furniture.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Brussels Sulaiman Syarif menyampaikan bahwa Forest Law Enforce ment, Governance and Trade (FLEGT) Voluntary Partnership Agreement (VPA) merupakan komitmen Indonesia. 

Hal itu untuk menciptakan solusi bagi penebangan liar, mempromosikan perdagangan kayu-kayu legal, dan memastikan keberlanjutan dari sistem legalitas kayu-kayu asal Indonesia.

“Dari sisi pemerintah, diperlukan kerja sama erat untuk memastikan Uni Eropa dapat memberikan insentif pasar sesuai kesepakatan. Sementara itu, dari kalangan bisnis, terdapat peluang melalui diversifikasi ekspor,” ungkapnya melalui keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, kemarin.

Upaya itu penting untuk meningkatkan kualitas produk dari yang semula fokus pada hardwood atau premium wood dapat beralih pada ekspor produk yang berasal dari softwood.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) yang juga Ketua FKMPI Indroyono Soesilo menyampaikan pasar Uni Eropa dan Belgia menyimpan potensi untuk lebih dalam menggali eks por produkproduk kayu. Uni Eropa merupakan pasar keempat terbesar yang menerima ekspor produk-produk kayu asal Indonesia setelah Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat.

“Tercatat nilai ekspor produk kayu dari Indonesia ke Uni Eropa pada 2019 sebesar US$1,091 miliar. Sementara itu, total ekspor Indonesia ke seluruh dunia pada 2019 adalah sebesar US$11,6 miliar,” jelasnya.

Alexander de Groot, perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Industri Kayu dan Mebel Belgia, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif dengan adanya sertifikasi FLEGT di setiap produk kayu hutan yang berasal dari Indonesia. 

Sertifikasi ini membantu para importir kayu di Belgia dan Uni Eropa dalam mengidentifi kasi dan memastikan produk kayu yang berasal dari Indonesia bukan merupakan hasil penebangan liar yang membahayakan hutan. Produk-produk Indonesia yang telah tersertifi kasi FLEGT juga merupakan hasil dari tata kelola hutan yang berkelanjutan. (Van/I-1)
 

BERITA TERKAIT