08 August 2020, 03:15 WIB

Infeksi Korona di India Melewati 2 Juta Kasus


MI | Internasional

JUMLAH kasus virus korona (covid19) di India telah melampaui dua juta, mencapai tonggak sejarah suram lainnya dalam pandemi yang telah menewaskan lebih dari 41.000 orang di negara terpadat kedua di dunia itu.

Dikutip dari Reuters, Kementerian Kesehatan kemarin mengatakan 62.538 kasus dilaporkan dalam 24 jam terakhir sehingga total kasus covid19 di negara itu menjadi 2,03 juta.

Sementara itu, 886 kematian baru dilaporkan, totalnya menjadi 41.585. Namun, banyak ahli meragukan angka resmi dan mengatakan angka sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi. India memiliki beban kasus tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil.

Negara Asia Selatan berpenduduk 1,3 miliar memiliki kematian terbanyak kelima dan tingkat kematiannya sekitar 2% jauh lebih rendah daripada negara-negara lain yang terkena dampak paling parah. Angka di AS ialah 3,3% dan 3,4% di Brasil, angka dari Universitas Johns Hopkins.

Kementerian Kesehatan India melaporkan jumlah kesembuhan terus bertambah. Beban kasus di negara terpadat kedua di dunia itu dengan cepat meluas sejak pemerintah mulai mencabut penguncian selama berbulan-bulan dengan harapan dapat memulai ekonomi yang hampir mati. Pemerintah India memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negatif pada 2020.

Sementara itu, jumlah kasus covid19 di Afrika telah meningkat menjadi lebih dari 1 juta pada Kamis (6/8) malam. Lebih dari setengahnya terdaftar di Afrika Selatan.

Afrika Selatan sebagai negara terparah di benua itu telah mencatat 538.184 kasus infeksi, termasuk lebih dari 8.000 kasus baru pada Kamis. Sementara itu, angka kematian akibat virus itu mencapai 9.604 kasus.

Negara lainnya, yakni Mesir telah mencatat sekitar 95.000 kasus covid-19, sedangkan angka di Nigeria ialah 45.000 kasus. Sejauh ini angka infeksi Afrika Selatan merupakan yang tertinggi kelima setelah AS, Brasil, India, dan Rusia. 

Meski demikian, Benua Afrika tetap menjadi salah satu yang paling tidak terpengaruh, menurut angka resmi, dengan hanya Oceania yang mendaftarkan lebih sedikit kasus covid-19.

Akan tetapi, muncul kekhawatiran bahwa jumlah infeksi mungkin lebih besar lantaran belum banyaknya tes covid-19 di seluruh Afrika. Sejumlah negara pun memiliki sistem perawatan kesehatan yang kurang dan kapasitas skrining yang terbatas. (France24/Van/I-1)

BERITA TERKAIT