08 August 2020, 00:03 WIB

Ditjen Dikti Kemendikbud Tingkatkan Kolaborasi Hadapi Covid 19


Syarief Oebaidillah | Humaniora

DIREKTORAT Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan urut berpartisipasi menangan pandemo Covid-19 melalui sejumlah program.

Diantaranya Mahasiswa Relawan untuk Covid-19, peningkatan kualitas dan kapasitas rumah sakit pendidikan dan Fakultas Kedokteran, fasilitasi APD (Alat Pelindung Diri), penyiapan reagen dan alat deteksi Covid-19 dengan RT PCR, serta pengembangan dan Modifikasi produk inovasi untuk pengendalian Covid-19.

Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani mengumumkan laporan penanganan Covid-19 bidang pendidikan tinggi pada konferensi daring bertajuk Diseminasi Informasi Refocusing Anggaran dan Relawan Mahasiswa Penanggulangan Covid-19, Kamis malam (6/8)

Paristiyanti menjelaskan dana yang dialokasikan Ditjen Dikti Kemendikbud terbagi menjadi Rp199 miliar untuk pengadaan di Pusat dan Rp205 miliar untuk realokasi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Alokasi anggaran Covid-19 di pusat bertujuan mendanai pengadaan APD, PCR, dan reagen untuk PTN dan PTS sebanyak Rp145 miliar . Sementara Rp54 miliar merupakan alokasi insentif untuk relawan. Sisanya, Rp205 miliar direalokasikan antara lain ke 25 Rumah Sakit dan Fakultas Kedokteran PTN.

Dijelaskan sejak 1 Agustus 2020, Ditjen Dikti telah menyebarluaskan relawan mahasiswa Covid-19 sebanyak 15.000 orang. Mereka tersebar di berbagai daerah di bawah koordinasi Fakultas Kedokteran (FK) perguruan tinggi yang terlibat dalam penangan Covid-19. Relawan mahasiswa ini utamanya berperan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga : Pembukaan Sekolah di Zona Kuning Diminta Penuh Kehati-hatiaa

"Selain kebutuhan tenaga manusia, penanganan Covid-19 juga memerlukan alat termutakhir guna mempercepat proses identifikasi penyebaran virus. Sebelumnya, pemeriksaan swab hanya mampu menidentifikasi 5.000 spesimen per-hari. Dalam bantuan ini, Ditjen Dikti berhasil menyediakan 22 alat Polymerase Chain Reaction (PCR). Nantinya, hasil tes swab akan mampu mendeteksi 11.000 spesimen per hari," ungkap Paristiyanti.

Melalui kolaborasi dan gerakan gotong royong ini, Ditjen Dikti Kemendikbud menggandeng berbagai stakeholder di perguruan tinggi dan institusi kesehatan dalam menangkal Covid-19.

Hingga saat ini tercatat sejumlah institusi kesehatan dari perguruan tinggi sebanyak 15 Rumah Sakit Pendidikan atau Rumah Sakit Akademik PTN, 10 Rumah Sakit Gigi dan Mulut PTN, 25 Fakultas Kedokteran PTN, dan 8 Fakultas Kedokteran PTS.

Selain itu, Ditjen Dikti turut berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia di 8 daerah dan 169 Rumah Sakit yang terdiri dari Rumah Sakit Umum Daerah, Rumah Sakit Umum Pusat, dan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Swasta.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak juga para relawan yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19. Semoga dengan bantuan ini mampu mengurangi angka penderita wabah Covid-19," pungkas Paristiyanti.

Dalam kesempatan tersebut sejumlah pimpinan RS Pendidikan dari UI, UGM, Unpad, Unair dan lain lain mengapresiasi Ditjen Dikti Kemendikbud dalam memberi bantuan anggaran melawan covid 19 itu sehingga pihak rumah sakit, tenaga medis dan tenaga akademik terbantu dalam bahu membahu memberi layanan kesehatan bagi publik. (OL-7)

BERITA TERKAIT