07 August 2020, 21:17 WIB

Covid-19, Pusri Palembang Optimistis Catat Kinerja Positif


Dwi Apriani | Ekonomi

PT Pupuk Sriwidjaja optimistis hingga akhir tahun 2020 ini dapat mencatat kinerja perusahaan positif. Bahkan meski ditengah pandemi covid-19 saat ini, Pusri meyakini dapat menghadapi tantangan bisnis di tahun ini.

Manajer Humas Pusri, Soerjo Hartono mengatakan, untuk menjaga operasional agar tetap berjalan dengan baik, pihaknya melaksanakan serangkaian penyesuaian dalam operasional kerja dan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, terutama di masa new normal seperti saat ini.

"Untuk tantangan bisnis pada tahun 2020 ini, kami menilai tantangan bakal relatif sama sehingga perusahaan telah membuat tiga strategi yakni efisiensi dan inovasi, diversifikasi, perilaku bisnis beralih ke digitalisasi," kata Soerjo, Jumat (7/8).

Selama pandemi dan kini menerapkan new normal, Pusri selalu menerapkan sekat pembatas antar meja di control panel, sehingga mematuhi protokol new normal untuk tetap menjalankan physical distancing. Sehingga karyawan tetap bisa bekerja dengan nyaman dan fokus mencapai target produksi.

Untuk itu, pihaknya menargetkan pabrik NPK 3 beroperasi pada 2020 sehingga perusahaan dapat memproduksi total 300 ribu ton mengingat sudah ada pabrik NPK 1 dan pabrik NPK 2.

"Pabrik NPK 3 sudah perform test, dan ditarget 2020 ini operasional. Ini tidak ringan karena bagian pemasaran harus bekerja keras untuk terobosan penjualan karena terbiasa menjual urea," terangnya.

Selain itu, Pusri juga mulai merencanakan penggantian pabrik-pabrik yang boros yakni Pusri 3 dan Pusri 4 menjadi Pusri 3B yang lebih efisien dalam penggunaan bahan baku gas dan batu bara.

Rencana ini sudah disetujui oleh komisaris dan para pemegang saham."Tinggal lagi, bagaimana caranya mengerjakan proyek besar ini sembari tetap menjaga kinerja," jelas Soerjo.

Baca juga : Menteri Basuki Instruksikan Bendungan Sidan Selesai 2022

Ia mengatakan Pusri telah memproduksi dan menyalurkan pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani di sejumlah Provinsi. Khusus untuk Pupuk Urea PSO disalurkan ke wilayah Babel, Bengkulu, Sumsel, Lampung, Jateng, DI Yogyakarta, Kalbar, Kalsel, dan Kalteng. Sedangkan untuk NPK disalurkan ke Wilayah Sumsel dan beberapa wilayah di Jambi.

Keyakinan Pusri untuk dapat mencapai kinerja positif di 2020 ini berkaca dari keberhasilan Pusri pada 2019 lalu. Selama tahun 2019, Pusri berhasil memproduksi pupuk sebesar 2.307.611 ton atau sebesar 106 persen dari target RKAP sebesar 2.174.000 ton.

Rincian produksi terdiri dari pupuk Urea sebesar 2.202.318 ton dan pupuk NPK sebesar 105.293 ton. Sedangkan produksi amoniak mencapai 1.440.179 ton atau sebesar 98 persen dari target RKAP.

Di bidang penjualan, Pusri telah menyalurkan pupuk total sebanyak 2.003.577 ton, yang terdiri dari 1.206.450 ton pupuk bersubsidi dan 797.128 ton pupuk non subsidi. Sedangkan produk non pupuk, yaitu amoniak telah terjual sebanyak 89.224 ton.

Tingkat kesehatan perusahan dinilai baik dengan predikat Sehat A dengan skor 71,50. Untuk kinerja CSR di tahun 2019, secara keseluruhan penyaluran dana kemitraan mencapai 100 persen, dan kolektabilitas program kemitraan menunjukkan prosentase sebesar 70,38 persen dengan predikat baik.

"Pencapaian ini merupakan wujud komitmen Pusri untuk berkontribusi bagi kemajuan UMKM dan membina community demi kemandirian masyarakat sekitar perusahaan," kata dia.

Dibidang tata kelola perusahaan, Pusri menghasilkan skor 91,99 persen dengan predikat sangat baik. ‘’Tahun 2019 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi Pusri, namun kita terus memaksimalkan usaha sehingga membuahkan pencapaian yang cukup baik,’’ ujar Soerjo.

Diakuinya, secara keseluruhan Pusri telah bekerja optimal sesuai penugasan pemerintah melalui arahan BUMN Holding PT Pupuk Indonesia (Persero).

"Kedepanya Pusri semakin optimis untuk melangkah maju, sejalan dengan proyek revitalisasi pabrik Pusri-IIIB yang akan meningkatkan daya saing perusahaan dan program transofrmasi digital yang tengah berjalan,’’ ujar Soerjo.

Ia mengatakan, Pusri berkomitmen untuk menjadi perusahaan agroindustri yang unggul di Asia. Karena itu, Pusri akan terus melaksanakan diversifikasi produk dan pengembangan bisnis dalam rangka peningkatan daya saing.

‘’Kami akan berupaya untuk memberikan solusi pertanian yang terintegrasi sesuai tuntuan pasar dan terus melaksanakan pengembangan inovasi dan produktivitas. Agar produk yang kami hasilkan memiliki daya saing tinggi,"pungkasnya. (OL-2)

 

 

BERITA TERKAIT