07 August 2020, 13:05 WIB

Prasmul Day 2020 Gaungkan Pembelajaran Tak Terbatas


Mediaindonesia.com | Teknologi

Saat ini, kita telah masuk ke era digitalisasi yang ditandai dengan otomatisasi dan kehadiran internet. 
Lebih dikenal sebagai Revolusi Industri 4.0, kini kita semua dihadapkan dengan peralihan baru baik dari segi pola hidup, informasi, pertukaran data, maupun komunikasi.

Kehadiran teknologi cerdas telah mengubah kehidupan manusia secara signifikan. Salah satunya adalah mengundang perkembangan industri dalam laju yang jauh lebih cepat dari era sebelumnya.

Dalam rapat terbatas Perencanaan Transformasi Digital di Istana Merdeka, Presiden Jokowi mengungkapkan kekhawatirannya perihal posisi transformasi digital Indonesia yang tergolong rendah dibandingkan negara lain.

Menurut Presiden Jokowi, ketertinggalan tersebut dapat tersusul dengan mencetak SDM bertalenta digital.

Untuk menyanggupi amanat Presiden Jokowi, SDM tanah air harus memiliki ilmu mumpuni di bidang sains dan teknologi, yang terbungkus dalam keterampilan serta mindset kewirausahaan.

Prof. Dr. Djisman Simandjuntak, Rektor Universitas Prasetiya Mulya menyatakan bahwa perubahan peradaban manusia selalu ditandai dengan teknologinya, dari zaman batu, perunggu, emas, dan kini bytes.

“Untuk menghadapi ini, kita mengandalkan generasi baru dalam peradaban engine of adjustment,” Prof. Djisman.

Prof. Djisman melanjutkan, “Mutu manusia hanya bisa meninggi jika generasi masa depan memiliki sumber daya yang lebih tinggi dari masa sebelumnya.”

Selain perkembangan teknologi, tantangan dunia industri juga datang dari mewabahnya coronavirus disease sejak 2019.

Dengan sangat cepat virus ini menyebar di belahan dunia dan menelan banyak korban.

Hidup dengan kondisi new normal, mulai dari masa ini dan seterusnya Gen Z akan memasuki era kerja.

Tentu masa ini akan jauh berbeda dengan generasi sebelumnya di mana industri dan ragam profesi membutuhkan critical thinking, multitasking, creativity demi menjalankan keberlangsungannya.

Ketidakpastian industri dan opsi profesi yang terus berkembang menuntut pembelajaran yang up-to-date, future-oriented, dan sustainable.

Universitas Prasetiya Mulya membantu mengendalikan arus teknologi cerdas dengan mengantisipasi keterampilan yang dibutuhkan di masa depan, bekerja sama dengan para pemimpin, serta memberi peluang pendidikan pada karyawan bertanggung jawab.

“Di sini kami melakukan pendekatan pengajaran yang mendorong individu mengembangkan berbagai keterampilan teknis namun tetap humanis, yang tak tergantikan mesin seperti empati, imajinasi, dan pemikiran kritis,” ujar Prof. Agus. W Soehadi, Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya.

Pembekalan ilmu yang modern dan applicable terus dikedepankan agar siap menghadapi industri ketika lulus.

Selain entrepreneurial mindset, mahasiswa akan terbiasa untuk berpikir di luar comfort zone, mengambil kesempatan, dan beradaptasi terhadap segala kemungkinan, termasuk perubahan di industri.

Karena itu, Think Limitless menjadi satu perspektif dan cara belajar baru di masa ini untuk apapun aspirasi karir mahasiswa, baik sebagai pengusaha berbasiskan teknologi, engineer dengan pemahaman bisnis, maupun profesional dengan skill yang komprehensif.

Untuk memperlihatkan realita industri kepada generasi penerus bangsa, Universitas Prasetiya Mulya menghadirkan kembali ajang tahunan Prasmul Day.

Berlangsung pada 10-16 Agustus 2020 mendatang, ajang virtual ini mengangkat tema Think Limitless untuk bantu memacu potensi pelajar SMA dalam menghadapi ketidakpastian masa depan melalui ekosistem pembelajaran yang modern, suportif, dan future-oriented.

Khususnya bagi calon mahasiswa angkatan 2021, di Prasmul Day, mereka dapat sekaligus berkenalan dengan kampus Prasetiya Mulya, mulai dari program hingga student-life, dalam platform website yang seru dan interaktif.(RO)


BERITA TERKAIT